Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat lonjakan signifikan volume lalu lintas (lalin) yang meninggalkan wilayah Jabotabek pada periode H-10 hingga H-3 Hari Raya Idulfitri 1447 H/Lebaran 2026. Total kendaraan yang keluar mencapai 1.483.703 unit.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menyebut angka tersebut merupakan akumulasi arus kendaraan dari empat Gerbang Tol (GT) utama, yakni Cikampek Utama (arah Trans Jawa), Kalihurip Utama (arah Bandung), Cikupa (arah Merak), dan Ciawi (arah Puncak).
“Total volume lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek meningkat 30,1 persen dibandingkan kondisi normal sebanyak 1.140.021 kendaraan,” ujar Rivan dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan, jumlah tersebut setara 42 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan yang diperkirakan keluar dari Jakarta selama periode 11–31 Maret 2026.
Dominasi Arah Timur
Distribusi lalu lintas menunjukkan mayoritas kendaraan bergerak ke arah Timur (Trans Jawa dan Bandung) sebanyak 788.710 kendaraan atau 53,1 persen. Sementara itu, arah Barat (Merak) tercatat 402.945 kendaraan (27,2 persen), dan arah Selatan (Puncak) sebanyak 292.048 kendaraan (19,7 persen).
Untuk arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama, volume kendaraan mencapai 523.223 unit atau melonjak 132,4 persen dari kondisi normal. Sedangkan menuju Bandung melalui GT Kalihurip Utama tercatat 265.487 kendaraan, naik 6,8 persen.
Puncak Mudik Terjadi H-3
Jasa Marga mencatat puncak arus mudik terjadi pada H-3 Lebaran atau Rabu, 18 Maret 2026. Pada hari tersebut, volume kendaraan yang meninggalkan Jabotabek mencapai 270.315 unit.
Angka ini meningkat 98,3 persen dibandingkan lalu lintas normal sebesar 136.326 kendaraan, serta naik 4,62 persen dibandingkan puncak arus mudik tahun sebelumnya yang mencapai 258.383 kendaraan.
“Ini merupakan angka tertinggi selama periode arus mudik Lebaran 2026 hingga saat ini,” kata Rivan.
Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan
Mengantisipasi lonjakan kendaraan, Jasa Marga bersama Kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way nasional dan contraflow, khususnya pada ruas menuju arah Timur.
“Pemberlakuan rekayasa lalu lintas dilakukan berdasarkan peningkatan volume kendaraan, pantauan CCTV, serta laporan petugas di lapangan,” jelasnya.
Antisipasi Kepadatan Rest Area
Untuk mengurai kepadatan, khususnya di rest area, Jasa Marga mengoperasikan total 64 titik peristirahatan yang terdiri dari 59 rest area operasional dan 5 rest area fungsional.
Selain itu, disiapkan pula 10 lokasi SPBU yang difungsikan sebagai rest area alternatif di luar jalan tol, tersebar di sepanjang ruas Trans Jawa mulai dari KM 72 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 444 Tol Semarang-Solo.
“Lokasi ini mudah diakses dari gerbang tol dan dilengkapi fasilitas seperti UMKM, toilet, serta layanan pengisian BBM,” tambah Rivan.
Imbauan untuk Pemudik
Jasa Marga mengimbau para pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan matang selama periode mudik Lebaran 2026. Pengendara diminta memastikan kondisi kendaraan prima, kecukupan bahan bakar, serta saldo uang elektronik.
Pengguna jalan juga diingatkan untuk memanfaatkan waktu istirahat secara bijak dan mematuhi rambu serta arahan petugas guna menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan.

