MONITOR, Cikampek – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mengoptimalkan penerapan rekayasa lalu lintas berupa one way nasional seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat pada puncak arus mudik Idulfitri 1447H/2026 menuju wilayah Timur Trans Jawa. Pada periode H-10 hingga H-4 (11–17 Maret 2026), tercatat sebanyak 387.451 kendaraan melintas menuju arah Timur melalui Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama. Volume lalu lintas tersebut meningkat signifikan sebesar 95,59% dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 198.098 kendaraan.
Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo menyampaikan, “Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, saat ini JTT bersama Kepolisian telah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa one way nasional mulai dari KM 70 Ruas Jalan Tol Jakarta–Cikampek hingga KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung sejak pukul 13.30 WIB. Dilanjutkan dengan one way lokal dari KM 414 GT Kalikangkung s.d KM 459 Jalan Tol Semarang-Solo sejak pukul 17.20 WIB.Selain itu, untuk mendukung kelancaran arus kendaraan menuju Trans Jawa, JTT mengoperasikan sebanyak 22 gardu dan 17 mobile reader di Gerbang Tol Cikampek Utama. Pengoperasian gardu dan mobile reader dilakukan secara optimal dan bersifat situasional, menyesuaikan dengan dinamika volume lalu lintas di lapangan guna memastikan kelancaran transaksi serta meminimalkan antrean kendaraan di gerbang tol,” jelas Ria.
Ria menambahkan, “Peningkatan layanan tersebut juga didukung dengan potongan tarif tol sebesar 23% untuk seluruh transaksi di Ruas Batang–Semarang masih diberlakukan sejak 12 Maret hingga 31 Maret 2026 melihat lonjakan lalu lintas dan tingginya antusiasme masyarakat pada periode libur Idulfitri 1447H/2026. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mendistribusikan lalu lintas serta memberikan manfaat langsung bagi pengguna jalan,” ujar Ria.
Sementara itu, untuk kendaraan dari wilayah Timur Trans Jawa menuju Jakarta melalui GT Cikampek Utama mengalami penurunan tercatat sebanyak 172.082 kendaraan, menurun 11,82% dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 195.144 kendaraan.
Peningkatan volume kendaraan juga terlihat di sejumlah ruas tol yang dikelola JTT Group di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
*Wilayah Jawa Tengah*
a. GT Kalikangkung
Kendaraan menuju Semarang tercatat 200.174 kendaraan (naik 80,47% dari normal 110.918 kendaraan). Sementara kendaraan meninggalkan Semarang tercatat 105.780 kendaraan (naik 0,01% dari normal 105.767 kendaraan).
b. GT Banyumanik
Arus menuju Solo tercatat 234.706 kendaraan (naik 49,12% dari normal 157.396 kendaraan). Sementara arah Jakarta mencapai 131.196 kendaraan (naik 2,35% dari normal 128.186 kendaraan).
*Wilayah Jawa Timur*
a. GT Warugunung
Kendaraan menuju Surabaya tercatat 162.420 kendaraan (naik 16,26% dari normal 139.699 kendaraan), sementara arah Jakarta mencapai 157.870 kendaraan (naik 20,12% dari normal 131.426 kendaraan).
b. GT Kejapanan Utama
Sebanyak 164.711 kendaraan menuju Malang (naik 2,40% dari normal 160.847 kendaraan), dan 170.251 kendaraan menuju Surabaya (turun 0,41% dari normal 170.958 kendaraan).
c. GT Singosari
Kendaraan menuju Malang tercatat 92.037 kendaraan (turun 0,42 dari normal 92.421 kendaraan), sementara arah Surabaya mencapai 88.176 kendaraan (naik 0,82% dari normal 87.461 kendaraan).
PT JTT mengimbau pengguna jalan tol Trans Jawa untuk tetap mengutamakan keselamatan, merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima, serta memastikan kecukupan BBM dan saldo uang elektronik sebelum melakukan perjalanan.
Untuk informasi lalu lintas terkini di ruas tol Jasa Marga Group, pengguna jalan dapat menghubungi One Call Center Jasa Marga 24 jam di 133 atau melalui aplikasi TRAVOY yang tersedia di iOS dan Android.

