PEMERINTAHAN

Pemerintah Percepat Penanganan Perkerasan Ruas Tol Jakarta–Tangerang

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. melakukan percepatan penanganan perkerasan jalan di Ruas Tol Jakarta–Tangerang sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat terkait kondisi permukaan jalan di sejumlah titik yang saat ini masih dalam proses penanganan.

Langkah penanganan dilakukan secara intensif sejak 10 Maret 2026 melalui perbaikan perkerasan dengan metode Scrapping, Filling, dan Overlay (SFO) serta penanganan cepat (patching) pada titik-titik yang membutuhkan perbaikan segera.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemerintah mendorong percepatan penanganan pada titik-titik yang memerlukan perbaikan di Ruas Tol Jakarta–Tangerang sebagai prioritas menjelang arus mudik Lebaran. Penanganan dilakukan secara bertahap, baik melalui perbaikan permanen maupun sementara, guna menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Lebih lanjut, Menteri Dody menekankan pentingnya pengawasan ketat dan respons cepat dalam penanganan kondisi jalan.

“Saya minta BPJT dan seluruh BUJT tidak ada kompromi dalam penanganan kondisi jalan di Ruas Tol Jakarta–Tangerang. Lakukan monitoring khusus, percepatan pekerjaan, dan pengecekan berlapis di setiap titik. Dalam kondisi siaga seperti arus mudik dan balik Lebaran, saya juga instruksikan tim Bina Marga mengaktifkan penilik jalan di setiap ruas, dengan cakupan pemantauan kurang lebih setiap 10 km hingga 30 km atau menyesuaikan kondisi wilayah. Mereka harus melaporkan kualitas jalan setiap hari sebagai dasar tindakan cepat di lapangan,” ujar Menteri Dody.

Menteri Dody menambahkan bahwa sistem pengawasan tersebut bertujuan untuk memastikan penanganan dilakukan sejak dini.

“Dengan sistem ini, preservasi jalan harus dimulai lebih awal, bahkan dari kerusakan paling kecil sekalipun, sehingga tidak berkembang menjadi risiko yang membahayakan pengguna jalan. Sejalan dengan itu, bersama Komisi V DPR RI, kami juga tengah menyempurnakan Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol, khususnya terkait kualitas perkerasan jalan, agar ke depan semakin terukur, responsif, dan berorientasi pada keselamatan pengguna jalan,” tambahnya.

Kepala BPJT Wilan Oktavian menyampaikan bahwa BPJT terus melakukan pengawasan ketat terhadap penanganan yang dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) guna memastikan seluruh pekerjaan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM).

“Dalam periode H-10 hingga menjelang arus mudik, BPJT melakukan pengawasan intensif terhadap progres penanganan di Ruas Jakarta–Tangerang agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai standar keselamatan dan pelayanan pengguna jalan,” ujar Wilan.

Ruas Tol Jakarta–Tangerang memiliki peran strategis sebagai jalur utama pergerakan lalu lintas dari DKI Jakarta menuju wilayah Banten dan Sumatera, sehingga penanganan kondisi jalan menjadi prioritas menjelang periode mudik.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa perbaikan perkerasan telah dilakukan pada sejumlah titik prioritas di sepanjang ruas tersebut.

“Sampai dengan 16 Maret 2026, Jasa Marga Group telah melakukan penanganan pada puluhan titik di Ruas Tol Jakarta–Tangerang. Pekerjaan dengan skala konstruksi besar dihentikan sementara menjelang periode mudik untuk menjaga kelancaran lalu lintas, sementara penanganan cepat melalui patching tetap dilaksanakan pada titik-titik yang memerlukan penanganan segera,” ujarnya.

Selain perbaikan perkerasan, Jasa Marga juga melakukan pemeliharaan rutin meliputi pengecatan marka jalan, perbaikan guardrail, serta peningkatan fasilitas keselamatan lainnya.

Pemerintah memahami bahwa kondisi lalu lintas dengan volume tinggi serta faktor cuaca dapat mempengaruhi kondisi permukaan jalan di sejumlah titik. Oleh karena itu, penanganan dilakukan secara berkelanjutan dengan prioritas pada titik-titik yang berpotensi berdampak pada keselamatan pengguna jalan.

Kementerian PU bersama BPJT dan BUJT terus memperkuat koordinasi dan respons cepat di lapangan guna memastikan setiap kondisi yang memerlukan penanganan dapat segera ditindaklanjuti.

Pemerintah juga mengimbau kepada pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, menjaga jarak aman, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan selama perjalanan mudik.

Melalui kolaborasi dan sinergi yang berkelanjutan, Pemerintah berkomitmen untuk menjaga keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan masyarakat selama periode mudik Lebaran 2026. 

Recent Posts

One Way Nasional Puncak Arus Mudik, Jasa Marga Catat 387 Ribu Kendaraan Mengalir ke Timur Trans Jawa

MONITOR, Cikampek – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mengoptimalkan penerapan rekayasa lalu lintas berupa one…

10 detik yang lalu

Amankan Gedung SMA & SMK Triguna sebagai Aset Negara, UIN Jakarta pastikan Operasional Sekolah Berjalan Normal

MONITOR, Tangerang Selatan - Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah terus melakukan upaya penyelamatan aset…

1 jam yang lalu

Lebaran 2026, Pertamina Patra Niaga Sediakan 43 Tempat Singgah Gratis bagi Pemudik

MONITOR, Jakarta – Pertamina Patra Niaga menghadirkan Serambi MyPertamina sebagai fasilitas tempat singgah gratis bagi masyarakat…

3 jam yang lalu

Hari Ini Tol Trans Jawa Terapkan One Way Nasional Arus Mudik Sejak 13.25 WIB

MONITOR, Cikampek - Atas diskresi Kepolisian, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mendukung pemberlakuan rekayasa lalu…

4 jam yang lalu

Menaker Yassierli: Mudik Bersama Warmindo, Bukti Perusahaan dan Mitra Tumbuh Bersama

MONITOR, Bekasi - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menegaskan program mudik bersama bukan sekadar fasilitas pulang…

5 jam yang lalu

Jasamarga Transjawa Tol Siagakan Ratusan Personel On Call di Ruas Trans Jawa

MONITOR, Cikampek – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memastikan kesiapan layanan operasional di seluruh ruas…

6 jam yang lalu