MONITOR, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) terus mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) sektor kriya dan wastra untuk naik kelas dan mampu bersaing di pasar global. Upaya ini ditandai dengan penyelenggaraan Kick Off Road to HUT ke-46 Dekranas yang dibarengi webinar bertema “Cipta Kriya Berkelanjutan Perajin Mendunia”.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian program pembinaan sepanjang tahun 2026 yang difokuskan pada peningkatan kualitas, inovasi, serta daya saing produk kriya nasional.
Wakil Ketua Harian I Dekranas, Loemongga Kartasasmita, menegaskan bahwa kegiatan kick off bukan sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk memperkuat posisi industri kriya Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
“Rangkaian kegiatan seperti webinar dan bimbingan teknis merupakan langkah penting untuk memperkuat daya saing kriya dan wastra Indonesia di kancah global,” ujarnya, Rabu (18/3).
Menurutnya, sektor kerajinan memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Data menunjukkan, IKM kriya menyumbang sekitar 2,10 persen terhadap industri pengolahan nonmigas dan mampu menyerap sekitar 943 ribu tenaga kerja atau 9,01 persen dari total tenaga kerja IKM.
Tak hanya itu, kinerja ekspor produk kerajinan juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 15,46 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa industri kriya Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang di pasar global.
Namun demikian, Loemongga mengingatkan bahwa tantangan globalisasi dan digitalisasi menuntut pelaku usaha untuk terus berinovasi.
“Perajin perlu memadukan kekayaan budaya lokal dengan kreativitas dan pemanfaatan teknologi modern agar mampu menjawab kebutuhan pasar internasional,” jelasnya.
Kegiatan kick off ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Dekranasda provinsi dan kabupaten/kota hingga pelaku IKM dari berbagai daerah. Webinar yang digelar turut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi industri kriya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) yang juga Sekretaris Jenderal Dekranas, Reni Yanita, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi titik awal pelaksanaan berbagai program strategis pembinaan IKM sepanjang tahun.
“Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Kemenperin dan Dekranas dalam mendorong IKM kriya dan wastra agar semakin kompetitif di pasar lokal maupun internasional,” ujarnya.
Reni menjelaskan, rangkaian program tersebut meliputi webinar, bimbingan teknis, pendampingan di sentra IKM, hingga fasilitasi keikutsertaan dalam pameran nasional. Beberapa program yang akan dilaksanakan antara lain pengembangan produk anyaman di Cirebon, inovasi gerabah dan keramik di Purwakarta, hingga pembinaan sentra bambu di Kalimantan Selatan.
Selain itu, pelaku IKM juga akan difasilitasi untuk mengikuti berbagai pameran, termasuk Pameran HUT Dekranas ke-46 di Makassar dan Pameran Kriyanusa di Jakarta sebagai sarana promosi produk kriya Indonesia.
Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap industri kriya nasional semakin berkembang, tidak hanya dari sisi kualitas produk, tetapi juga dari kapasitas usaha dan akses pasar.
“Kami berharap para perajin dapat terus meningkatkan inovasi dan produktivitas sehingga kriya dan wastra Indonesia mampu unggul dan dikenal luas di pasar global,” pungkas Reni.

