Minggu, 15 Maret, 2026

Dari Masjid Raya UMC, Prof Rokhmin Serukan Revolusi Etos Kerja Islami

Rokhmin Dahuri Tegaskan Itqan sebagai Fondasi Etos Kerja dan Peradaban Modern

MONITOR, Cirebon – Rokhmin Dahuri menegaskan pentingnya konsep itqan sebagai fondasi etos kerja Islami yang relevan untuk membangun peradaban modern yang berkualitas dan berintegritas.

Pesan itu disampaikan Guru Besar IPB University sekaligus Rektor Universitas UMMI Bogor tersebut dalam kegiatan Pengajian, Pembinaan, dan I’tikaf Ramadhan 1447 H di Masjid Raya Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Sabtu (14/3).

Menurut Rokhmin, itqan merupakan prinsip Islam yang menekankan kesungguhan, ketelitian, dan kualitas terbaik dalam setiap pekerjaan. Konsep ini tidak sekadar menyelesaikan tugas, tetapi menghadirkan karya yang profesional, bertanggung jawab, dan bernilai ibadah.

ā€œItqan bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan, tetapi menghasilkan karya yang bermutu dan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari ibadah kepada Allah,ā€ ujarnya.

- Advertisement -

Ia menjelaskan, prinsip tersebut memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Al-Qur’an menegaskan bahwa Allah adalah Dzat yang ā€œmenyempurnakan segala sesuatuā€, sehingga manusia dituntut meneladani kesempurnaan itu melalui kualitas kerja yang optimal. Selain itu, hadis Nabi menyebut bahwa Allah mencintai hamba yang bekerja secara profesional dan sungguh-sungguh.

Relevan di Era Modern

Rokhmin menilai, di tengah era globalisasi, revolusi teknologi, dan kompetisi global, nilai itqan menjadi landasan penting bagi etika profesional modern. Prinsip ini mendorong budaya kerja yang akuntabel, transparan, serta berorientasi pada kualitas dan manfaat sosial.

Menurutnya, individu yang menerapkan itqan akan memiliki disiplin, kompetensi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika global.

Kritik Tata Kelola Negara

Lebih jauh, Rokhmin juga menyoroti lemahnya tata kelola negara yang menurutnya sering kali terjadi akibat absennya prinsip itqan dalam birokrasi dan kebijakan publik.

Ia mencontohkan sejumlah persoalan sosial seperti kasus keracunan makanan pada ribuan pelajar hingga tragedi kemiskinan yang menimpa anak-anak sekolah. Peristiwa-peristiwa tersebut, menurutnya, menunjukkan lemahnya kesungguhan dan profesionalisme dalam penyelenggaraan kebijakan publik.

ā€œTanpa itqan, lahir kegagalan tata kelola. Kebijakan dibuat tanpa analisis matang, program berjalan tanpa disiplin, dan masyarakat yang akhirnya menanggung akibatnya,ā€ tegasnya.

Fondasi Peradaban

Rokhmin menekankan bahwa konsep itqan tidak hanya relevan dalam ibadah, tetapi juga dalam dunia pendidikan, profesi, organisasi sosial, hingga penyelenggaraan negara.

Dalam perspektif Islam, kata dia, etos kerja yang berakar pada itqan dan ihsan menjadi paradigma kerja yang tidak hanya mengejar efisiensi dan produktivitas, tetapi juga tanggung jawab moral dan spiritual.

ā€œTanpa itqan peradaban akan rapuh. Dengan itqan, peradaban akan kokoh, maju, dan penuh keberkahan,ā€ pungkasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

Ramdhan Monitor.co.id

TERPOPULER