MONITOR, Jakarta – Kementerian Perindustrian terus berupaya meningkatkan kapasitas literasi digital pelaku industri dalam negeri, khususnya industri kecil dan menengah (IKM). Upaya ini dilakukan agar IKM mampu memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam menjalankan bisnis.
Berbagai program telah diselenggarakan, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi kerja sama dengan penyedia layanan teknologi. Program tersebut bertujuan memberikan wadah bagi pelaku IKM untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa IKM memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian nasional. Oleh karena itu, di tengah akselerasi transformasi digital yang semakin pesat, penguatan kapasitas IKM dalam memanfaatkan teknologi menjadi kebutuhan yang sangat penting.
Menurut Menperin, teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) memiliki potensi besar dalam mendukung pemasaran digital. Teknologi ini memungkinkan pelaku usaha melakukan personalisasi promosi sesuai preferensi konsumen, memprediksi tren pasar, serta menganalisis perilaku pelanggan dengan lebih akurat.
“Dengan pemanfaatan teknologi ini, efektivitas promosi dan pemasaran dapat meningkat secara signifikan,” jelas Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/3).
Salah satu upaya yang dilakukan Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) adalah menyelenggarakan Workshop E-Smart IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, pada 4 Maret 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 90 pelaku IKM dari Provinsi Kepulauan Riau yang bergerak di sektor logam, mesin, elektronika, dan alat angkut.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka, Reni Yanita, menyampaikan bahwa Workshop E-Smart IKM bertujuan mendorong pelaku IKM untuk memaksimalkan peluang dalam menjangkau pasar yang lebih luas. Tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga di tingkat nasional melalui pemanfaatan teknologi digital.
Reni juga mengungkapkan bahwa berdasarkan Laporan Digital 2025 dari We Are Social, jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai sekitar 221 juta orang atau sekitar 79–80 persen dari total populasi.
Sementara itu, pengguna media sosial aktif mencapai sekitar 191 juta orang atau sekitar 68–69 persen dari populasi, dengan rata-rata waktu penggunaan internet sekitar 7 jam 30 menit per hari.
“Angka ini menunjukkan tingkat keterlibatan digital masyarakat Indonesia yang sangat tinggi,” jelas Reni dalam sambutannya di Batam, Rabu (4/3/2026).
Dirjen IKMA menambahkan bahwa pemasaran digital memiliki berbagai keunggulan dibandingkan pemasaran konvensional. Selain lebih hemat biaya karena dapat mengurangi pengeluaran untuk pencetakan materi promosi dan distribusi fisik, pemasaran digital juga memungkinkan pelaku usaha menjangkau konsumen secara lebih luas dan cepat.
Di samping itu, interaksi dengan pelanggan dapat dilakukan secara lebih mudah, sementara strategi pemasaran dapat ditargetkan pada segmen konsumen yang lebih spesifik dan kinerjanya dapat dipantau secara terukur.
Sebagai upaya percepatan transformasi digital IKM, Program E-Smart IKM telah diselenggarakan sejak tahun 2017. Hingga saat ini, jumlah IKM yang telah mengikuti program tersebut melalui kegiatan literasi digital mencapai 31.634 pelaku usaha.
Program ini bertujuan memperluas akses pasar IKM melalui pemanfaatan e-commerce, sekaligus memberikan edukasi dan pendampingan dalam pemanfaatan teknologi digital.
“Ke depan, edukasi tersebut juga diharapkan mencakup pemanfaatan teknologi AI agar IKM Indonesia mampu beradaptasi dengan tren global dan semakin kompetitif,” jelasnya.
Reni juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam pelaksanaan program tersebut, termasuk pemerintah daerah. ”Saya juga mengapresiasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam atas sinergi dan dukungan yang telah diberikan sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik,” tambahnya.
Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, Dini Hanggandari, menjelaskan bahwa workshop ini menghadirkan beberapa materi pembelajaran. Materi tersebut antara lain pengenalan e-katalog, dasar-dasar digital marketing, optimalisasi pembuatan konten dengan smartphone, pemanfaatan WhatsApp dan Google untuk bisnis, serta pengenalan pembuatan konten pemasaran dengan menggunakan AI.
“Kami berharap melalui Workshop E-Smart IKM ini, para peserta dapat meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan teknologi digital secara lebih optimal. Dengan demikian, pelaku IKM mampu memperluas akses pasar, meningkatkan kinerja usaha, serta memperkuat daya saing di tengah dinamika perkembangan industri,” tutup Dini.

