Minggu, 8 Maret, 2026

Kemendag Buka Pendaftaran GDI 2026 di IFEX, Dorong Desain Furnitur Global

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perdagangan membuka gerai (booth) Indonesia Design Development  Center (IDDC) 2026 di ajang Indonesia Internasional Furniture Expo (IFEX) 2026. Kehadiran booth di  pameran ini sebagai inisiatif untuk memfasilitasi para pelaku industri furnitur dan produk kreatif agar dapat  mendaftarkan secara fisik karya terbaiknya pada kompetisi GDI 2026. Pendaftaran peserta GDI 2026 dapat  dilakukan selama IFEX berlangsung pada 5—8 Maret 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City,  Kabupaten Tangerang, Banten. 

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan, kehadiran  booth IDDC dalam pameran IFEX bertujuan untuk ‘menjemput bola’ agar semakin banyak pelaku usaha  sukses di pasar global. Selain itu, kehadiran booth IDDC menandakan upaya bersama dalam memperkuat  desain produk yang mendukung daya saing ekspor furnitur dan produk kreatif. 

“Langkah ini ditempuh pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah produk nasional di pasar global  sekaligus memperluas akses pasar ekspor,” ungkap Puntodewi saat mengunjungi lokasi pendaftaran GDI di  booth IDDC pada Kamis, (5/3). 

Puntodewi menjelaskan, IFEX dipilih sebagai momentum pembukaan pendaftaran GDI 2026 karena  posisinya sebagai salah satu pameran furnitur terbesar di Asia. IFEX memberikan eksposur yang tepat bagi  GDI karena potensinya mempertemukan produsen furnitur, desainer, eksportir, serta buyer internasional  dalam satu platform bisnis. 

- Advertisement -

“Kehadiran booth IDDC 2026 di IFEX tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga untuk memperluas  partisipasi pelaku industri furnitur, desainer, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam  ekosistem desain nasional,” kata Puntodewi. 

Pada ajang IFEX 2026, booth IDDC 2026 di Hall Nusantara Area N-13B ini menampilkan berbagai produk  peraih penghargaan Good Design Indonesia serta produk Indonesia yang telah memperoleh pengakuan  pada ajang desain internasional. Booth tersebut juga menampilkan berbagai produk peraih penghargaan  GDI dan G-Mark, yaitu Plus System dari Format (GDI Design of the Year dan G-Mark 2025), Kidul Stacking  Chair dari Pring Studio (GDI Good Design dan G-Mark 2023), Robries Polymer Sheet dari Robries (GDI Best  Design dan G-Mark 2025), Nefoline Stool dari Conture Concrete Lab (GDI Good Design dan G-Mark 2024),  serta tiga produk dari Bell Living, yaitu Natura Coffee Table (GDI Good Design 2025), Kalpa (Best Design dan  G-Mark 2024), dan M-Tex (GDI Design of the Year dan G-Mark 2024). 

Kemendag membuka pendaftaran GDI 2026 selama tiga bulan, yakni pada 5 Maret—5 Juni 2026. Pelaku  usaha dan desainer dapat mendaftarkan produk unggulan mereka secara daring melalui laman https://iddc.kemendag.go.id/gdi/register. 

Terdapat enam kategori desain yang tersedia, yaitu Produk Konsumen dan Gaya Hidup; Produk Rumah  Tangga, Peralatan dan Elemen Interior; Elektronik dan Produk Teknologi; Produk Industri, Manufaktur, dan  Medis; Produk Furnitur dan Perlengkapan Rumah; serta Produk Mobilitas dan Transportasi.

GDI 2026 mengusung tema “Good Design – Good Impact: Regenerative Design for Resilient Future”. Tema  ini menekankan pentingnya desain yang tidak hanya inovatif, tetapi juga berkelanjutan serta mampu  memberikan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, dan industri. 

“Melalui GDI, kami berharap semakin banyak karya desain nasional yang terkurasi, memiliki nilai tambah  tinggi, serta mampu bersaing di pasar global dan memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen produk  kreatif berdaya saing,” kata Puntodewi. 

Puntodewi juga menyampaikan, sektor furnitur merupakan salah satu komoditas manufaktur berbasis  sumber daya alam yang memiliki potensi ekspor besar bagi Indonesia, terutama ketika dipadukan dengan  penguatan desain sebagai sumber daya saing produk. Industri furnitur Indonesia memiliki peluang untuk  terus memperkuat posisinya di pasar global seiring meningkatnya permintaan furnitur berkualitas dan  berdesain inovatif. 

Kemendag mencatat, ekspor furnitur Indonesia pada 2025 mencapai USD 1,82 miliar dengan pasar utama  Amerika Serikat, diikuti Uni Eropa dan Asia Timur. Sementara itu, nilai perdagangan furnitur dunia mencapai  sekitar USD 200,99 miliar dengan pangsa Indonesia masih sekitar 0,9 persen. 

“Data tersebut menunjukkan peluang ekspor yang masih sangat besar. Dengan penguatan desain, inovasi  produk, dan kualitas, furnitur Indonesia memiliki ruang luas untuk meningkatkan pangsa pasar dan  memperkuat posisinya sebagai pemasok furnitur dunia,” ujar Puntodewi. 

“Kami tertarik ikut GDI ini karena perusahaan kami masih baru, sehingga kami berharap bisa menambah  value dari perusahaan dan bisa mendapatkan feedback dari juri” ujar Farhan dari Marketing Repair Project,  salah satu peserta IFEX. 

GDI Motor Penguatan Daya Saing 

Sejak diluncurkan pada 2017, GDI telah menjalin kerja sama dengan salah satu penghargaan desain tertua  di dunia, yaitu Good Design Award Jepang atau lebih dikenal dengan label G-Mark. Melalui kolaborasi  tersebut, GDI terus berkembang menjadi parameter kualitas desain nasional yang mendorong pelaku usaha  meningkatkan inovasi, keberlanjutan, serta nilai tambah produk. Hingga kini, sebanyak 60 produk peraih  GDI juga berhasil meraih Good Design Award di Jepang, yang menunjukkan bahwa kualitas desain Indonesia  semakin mendapat pengakuan di tingkat global. 

Puntodewi juga menyampaikan, GDI terus memperluas jejaring internasional melalui kerja sama baru  dengan Golden Pin Design Award Taiwan. “Kolaborasi ini membuka peluang bagi desainer dan pelaku usaha  Indonesia untuk memperoleh pengakuan lebih luas sekaligus memperkuat posisi desain Indonesia dalam  ekosistem desain internasional,” ujar Puntodewi. 

Sementara itu, Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag Ari Satria  menyampaikan, GDI menjadi salah satu instrumen memperkuat kualitas desain produk Indonesia sekaligus  memperluas pengakuan internasional terhadap desain Indonesia. 

“Pasar global saat ini semakin menuntut produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki desain  yang inovatif dan berkelanjutan. Karena itu, penguatan desain menjadi salah satu kunci untuk  meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional,” kata Ari.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

Ramdhan Monitor.co.id

TERPOPULER