Senin, 9 Maret, 2026

Prodi PAI UIN Jakarta, Syarat Lulus Harus Fasih BTQ

MONITOR, Jakarta – Program Studi Pendidikan Agama Islam (Prodi PAI) pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Univeristas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan tes pemetaan kapasitas Baca Tulis Alquran (BTQ) dan praktik ibadah. Pemetaan ini dilakukan kepada semua mahasiswa aktif pada Prodi PAI UIN Jakarta.

Upaya strategis ini dilakukan agar tidak ada wisudawan Prodi PAI yang tidak mampu BTQ dan praktik ibadah dengan baik. Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut hasil asesmen Ditjen Pendis pada Desember 2025 yang menyatakan bahwa 58,26% guru PAI jenjang SD belum fasih baca Al-Qur’an.

Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta, Siti Nurul Azkiyah, menyatakan bahwa hasil asesmen Ditjen Pendis merupakan alarm serius bagi keluarga besar FITK khususnya untuk benar-benar meningkatkan kapabilitas calon guru, terutama di bidang baca tulis Alquran. “Kemampuan BTQ ini menjadi syarat mutlak untuk dipenuhi oleh semua lembaga pendidikan, terlebih dunia pendidikan tinggi. Sebab, kita tidak akan mampu mengamalkan ajaran Islam dengan baik, manakala kita sendiri belum memiliki kemampuan dalam membaca dan memahami kitab sucinya,” ungkapnya di Ciputat, Selasa (3/3/2026).

Kaprodi PAI FITK UIN Jakarta, Suwendi, mengatakan, kompetensi BTQ dan praktik ibadah seharusnya diselesaikan di tingat pendidikan dasar dan menengah. Namun faktanya saat ini mahasiswa masih perlu ditingkatkan kemampuannya.

- Advertisement -

“Tentu, ini menjadi beban ganda bagi Prodi, yakni menyelesaikan tuntutan akademik tingkat sarjana dan sekaligus menuntaskan kompetensi BTQ yang belum diselesaikan pada jenjang pendidikan sebelumnya,” ungkap Suwendi.

Menurutnya, Prodi PAI FITK UIN Jakarta telah melakukan berbagai langkah. Pertama, pembentukan unit kerja bernama Unit Sertifikasi Tahsin dan Tahfizh Al-Qur’an/Hadits disingkat USTAD yang dikukuhkan melalui Keputusan Dekan FITK. Unit ini di samping untuk melakukan pendampingan program penuntasan BTQ untuk di internal mahasiswa Prodi PAI, juga memberikan layanan kepada lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah, madrasah, dan lembaga lainnya dalam penguatan BTQ.

Kedua, menyusun buku “Panduan Praktis Membaca, Menulis, dan Tahfizh Al-Qur’an”. Buku ini ada tiga jilid yang dapat digunakan untuk mahasiswa perguruan tinggi dan siswa sekolah.

“Alhamdulillah, Prodi PAI telah melakukan Training of Trainner (ToT) dan akan terus melakukan berbagai upaya lainnya, termasuk pelatihan penggunaan buku dan penguatan BTQ,” ungkap Suwendi.

Saat ini, kata Suwendi, prodi PAI sedang melakukan pemetaan kemampuan BTQ dan praktik ibadah kepada semua mahasiswa yang masih aktif. “Kami benar-benar ingin mengetahui bagaimana tingkat kemampuan mahasiswa kami secara faktual. Selanjutnya, insya Allah, melalui berbagai program pasca lebaran prodi PAI akan mendampingi dan menuntaskan kemampuan ini sehingga diharapkan tidak ada calon wisudawan yang tidak mampu BTQ dan parktek ibadah dengan baik,” ungkap Suwendi.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

Ramdhan Monitor.co.id

TERPOPULER