MONITOR, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Buka Puasa Bersama di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kemenhaj RI, Jakarta. Acara ini menjadi momentum krusial untuk mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan sinergi seluruh jajaran kementerian dalam menyongsong operasional haji tahun 2026.
Kegiatan diawali dengan khidmat melalui khataman Al-Qur’an 30 juz oleh perwakilan tiap eselon I di Kemenhaj, sebagai bentuk doa kolektif demi kelancaran penyelenggaraan ibadah haji mendatang.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, dalam arahannya menekankan bahwa keberhasilan melayani jemaah haji sangat bergantung pada soliditas tim. Ia menegaskan bahwa tidak ada individu yang bisa bekerja sendiri dalam ekosistem kementerian.
“Kita adalah satu tim untuk melayani para jemaah haji. Tidak ada yang berjalan sendiri. Kita saling menjaga dan saling menguatkan,” tegas Menhaj, Rabu (25/2/2025).
Menhaj juga mengutip pesan KH. Hasyim Asy’ari, yaitu “Santri dibenerkan dulu, baru dipinterkan.” Hal ini, dikatakan Menhaj, sebagai pengingat bahwa pembenahan akhlak dan integritas adalah fondasi utama yang harus mendahului kompetensi teknis.
Menhaj juga menyoroti pentingnya sikap qanaah (merasa cukup) dan peran keluarga sebagai benteng moral dalam menghadapi tantangan serta godaan di lapangan.
Senada dengan Menhaj, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam tausiahnya mengajak jajaran Kemenhaj memaknai Ramadan sebagai proses penyucian jiwa. Mengutip Jalaluddin Rumi, Wamenhaj menyebut puasa sebagai “hidangan langit” yang mengasah empati.
“Urusan haji membutuhkan ikatan hati. Pelayanan kepada jemaah bukan sekadar proses administratif, melainkan amanah spiritual,” ujar Wamenhaj.
Ia juga menekankan pentingnya membangun Kemenhaj sebagai institusi yang bersih dengan wajah integritas yang kuat.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kemenhaj, Teguh Dwi Nugroho, melaporkan bahwa acara ini dihadiri oleh jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Pratama, Administrator, seluruh pegawai, hingga Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenhaj. Turut hadir pula 85 orang Tim Tenaga Pendukung Musiman Dokumen Visa yang akan bertugas dalam waktu dekat.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Haji dan Umrah kembali menegaskan komitmennya untuk membangun budaya kerja yang profesional dan berlandaskan nilai spiritual demi memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji dan umrah Indonesia.

