NASIONAL

Perkuat Ekonomi Syariah, Menag Fokus ke Pasar Halal dan Dana Umat

MONITOR, Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya penguatan ekonomi syariah Indonesia melalui dua pendekatan strategis, yakni perluasan pasar produk halal ke tingkat global serta optimalisasi pengelolaan dana sosial keagamaan secara profesional dan terintegrasi.

Hal tersebut disampaikan Menag saat menghadiri Syariah Economic Forum 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Perluasan Pasar Produk Halal

Menag menilai ekonomi syariah Indonesia masih memiliki ruang pengembangan yang besar, khususnya dalam memperluas penetrasi pasar internasional. “Yang kita capai sekarang ini baru menggarap pasar sendiri. Belum kita garap serius pasar luar negeri,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah produk halal Indonesia telah hadir di pasar global, seperti busana muslim, kosmetik halal, dan farmasi halal yang telah menjangkau berbagai negara, termasuk kawasan Timur Tengah seperti Terusan Suez, Jeddah, dan Dubai.

Ia menekankan bahwa penguatan standar mutu dan daya tahan produk menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing. “Estetikanya sudah bagus, kreativitasnya luar biasa. Tinggal kualitas dan daya tahan produknya yang harus kita tingkatkan,” tegasnya.
 

Dalam forum tersebut disampaikan bahwa Indonesia saat ini menempati peringkat pertama dunia untuk busana Muslim serta peringkat kedua pada sektor pariwisata ramah Muslim dan kosmetik halal. CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib menyebut industri ekonomi syariah global memiliki potensi besar dan terus menunjukkan pertumbuhan positif hingga beberapa tahun ke depan.

Menag menyampaikan optimisme bahwa dengan penguatan kualitas, tata kelola, dan strategi ekspor yang terarah, kontribusi Indonesia dalam industri halal global dapat terus meningkat. “Kalau kita serius menggarap pasar Timur Tengah dan global, capaian kita bisa tiga kali lipat dari sekarang,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa perkembangan industri halal kini bersifat terbuka dan lintas negara. “Di Inggris, Jepang, Thailand, bahkan Amerika, mereka berlomba membuat produk halal. Ini fenomena kemanusiaan, bukan sekadar isu agama,” katanya.

Optimalisasi Dana Sosial Keagamaan

Selain sektor industri, Menag juga menyoroti besarnya potensi dana sosial keagamaan umat Islam di Indonesia yang dapat menjadi instrumen pendukung pemberdayaan masyarakat apabila dikelola secara baik.

Menurutnya, berdasarkan berbagai estimasi, potensi dana umat dapat mencapai hingga Rp1.200 triliun per tahun jika dihimpun dan dikelola secara terintegrasi dan profesional.

“Minimum Rp500 triliun bisa kita kumpulkan setiap tahun. Idealnya bisa Rp1.200 triliun,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa potensi tersebut bersumber dari zakat, wakaf, infak, sedekah, fidyah, kurban, aqiqah, serta berbagai instrumen keuangan sosial Islam lainnya.

Menag mencontohkan potensi zakat nasional yang secara kalkulatif dapat mencapai ratusan triliun rupiah per tahun, sementara penghimpunan yang ada saat ini masih memerlukan penguatan sistem dan koordinasi.

“Kalau ini dikelola secara sinergis dan profesional, kita bisa menyelesaikan persoalan kemiskinan ekstrem hanya dengan sebagian kecil dari dana itu,” jelasnya.

Menurut Menag, tantangan utama terletak pada tata kelola, integrasi data, serta koordinasi antar-lembaga agar distribusi bantuan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Siapa yang perlu dibantu dengan ikan, siapa yang perlu pancing, siapa yang perlu perahu. Ini harus berbasis data,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa optimalisasi dana sosial keagamaan dimaksudkan untuk memperkuat partisipasi umat dalam pembangunan sosial secara lebih mandiri dan berkelanjutan, sejalan dengan kebijakan negara.

“Dana umat harus mampu membiayai umatnya sendiri secara bermartabat dan profesional,” pungkasnya.

Recent Posts

Demokrasi Digital di Madrasah: MA Al-Karimiyah Gelar Pemilihan OSIS Berbasis Website

MONITOR, Depok - Madrasah Aliyah (MA) Al-Karimiyah kembali menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan teknologi digital ke…

46 menit yang lalu

DPR: Istana Kepresidenan Harus Jadi Simbol Inklusif bagi Rakyat

MONITOR, Jakarta - Komisi XIII DPR RI melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) ke Istana Kepresidenan…

4 jam yang lalu

KKP Targetkan 200 Titik KNMP di Lima Provinsi Wilayah Papua

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memetakan 200 titik calon lokasi Nasional Kampung…

5 jam yang lalu

Sinergi Transisi SDM, Kemenag Kawal Proses Gaji Pegawai di Kemenhaj

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama memastikan telah membayarkan gaji para pegawai yang pindah ke Kementerian…

7 jam yang lalu

Sinergi TNI-Kementerian Percepat Pembangunan Huntara dan Jembatan di Sumatera

MONITOR, Jakarta - Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon selaku Wakil Ketua I…

7 jam yang lalu

Biaya Haji 2026 Turun, DPR Puji Inovasi Kartu Nusuk di Embarkasi

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid mengapresiasi langkah inovatif pemerintah…

11 jam yang lalu