MONITOR, Banda Aceh – Anggota DPR RI sekaligus Guru Besar IPB University, Prof. Dr. Rokhmin Dahuri, MS, menegaskan bahwa masa depan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045 akan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul dan kapasitas inovasi nasional, bukan lagi oleh kelimpahan sumber daya alam semata.
Penegasan tersebut disampaikan Prof. Rokhmin Dahuri saat memberikan kuliah umum di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh, Senin (9/2/2026), di hadapan sivitas akademika dan mahasiswa, dalam forum akademik yang menyoroti pentingnya penguatan SDM dan inovasi sebagai fondasi transformasi ekonomi dan peradaban nasional.

Prof. Rokhmin Dahuri yang juga dikenal sebagai Guru Besar bidang ekonomi kelautan IPB University serta pernah menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia periode 2001–2004, menjadikannya salah satu pemikir strategis nasional dalam bidang pembangunan berkelanjutan dan ekonomi sumber daya.
“Indonesia tidak bisa lagi bergantung pada keunggulan komparatif berbasis sumber daya alam. Masa depan bangsa ini ditentukan oleh keunggulan kompetitif yang bertumpu pada SDM unggul, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi,” tegas Prof. Rokhmin dalam kuliah umum tersebut.
Ia menekankan bahwa visi Indonesia Emas 2045, yang bertepatan dengan satu abad kemerdekaan Republik Indonesia, merupakan momentum historis yang akan menentukan apakah Indonesia mampu menjelma menjadi negara maju atau justru terjebak dalam stagnasi struktural.
Bonus Demografi: Peluang Emas yang Harus Dikelola dengan SDM Berkualitas
Dalam paparannya, Prof. Rokhmin menjelaskan bahwa Indonesia akan mencapai puncak bonus demografi dalam dua dekade mendatang, di mana mayoritas penduduk berada pada usia produktif. Namun, secara akademis dan empiris, bonus demografi bukanlah jaminan otomatis bagi kemajuan ekonomi.
Tanpa kesiapan SDM yang unggul, bonus demografi justru berpotensi berubah menjadi beban pembangunan.
“Bonus demografi hanya akan menjadi kekuatan ekonomi apabila kita mampu menyiapkan SDM yang berkualitas, terdidik, produktif, dan inovatif. Jika tidak, ini justru dapat menjadi sumber pengangguran struktural dan stagnasi ekonomi,” ujarnya.
Dalam perspektif ekonomi pembangunan modern, kualitas SDM merupakan faktor penentu produktivitas nasional, daya saing global, dan kemampuan negara keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Inovasi sebagai Fondasi Transformasi Menuju Negara Maju
Lebih lanjut, Prof. Rokhmin menegaskan bahwa inovasi merupakan mesin utama transformasi ekonomi nasional. Tanpa inovasi, ekonomi akan terjebak dalam aktivitas bernilai tambah rendah dan tidak mampu menghasilkan kemajuan berkelanjutan.
Menurutnya, ekonomi modern bertumpu pada kemampuan menciptakan nilai tambah melalui riset, penguasaan teknologi, dan pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy).
“Kunci kemajuan bangsa bukan lagi pada apa yang kita ambil dari perut bumi, tetapi pada apa yang mampu kita ciptakan melalui kecerdasan, riset, dan inovasi manusia Indonesia,” tegasnya.
Transformasi tersebut membutuhkan investasi strategis dalam pendidikan, riset, dan pengembangan teknologi, serta kebijakan negara yang berpihak pada penguatan ekosistem inovasi nasional.
Perguruan Tinggi sebagai Motor Transformasi dan Pusat Produksi Inovasi
Dalam kuliah umum di kampus Unsyiah, Prof. Rokhmin juga menegaskan peran sentral perguruan tinggi sebagai pusat produksi pengetahuan, inovasi, dan SDM unggul.
Perguruan tinggi, menurutnya, harus bertransformasi dari sekadar institusi pengajaran menjadi pusat riset dan inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan nasional.
“Perguruan tinggi harus menjadi motor transformasi bangsa. Dari kampus harus lahir SDM unggul, inovasi, dan teknologi yang akan menentukan masa depan Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri merupakan kunci utama dalam membangun ekosistem inovasi nasional yang kuat dan berkelanjutan.
Indonesia Emas 2045 sebagai Proyek Peradaban dan Kedaulatan Bangsa
Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa Indonesia Emas 2045 bukan sekadar target pembangunan ekonomi, tetapi merupakan proyek peradaban nasional yang akan menentukan posisi Indonesia dalam peta kekuatan global abad ke-21.
Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi dunia, namun hal tersebut hanya dapat terwujud melalui pembangunan SDM unggul dan penguatan kapasitas inovasi nasional secara sistematis dan berkelanjutan.
Tanpa transformasi tersebut, Indonesia berisiko terjebak dalam stagnasi ekonomi. Sebaliknya, dengan SDM unggul dan inovasi yang kuat, Indonesia memiliki peluang nyata untuk menjelma menjadi negara maju, berdaulat secara ekonomi, dan kompetitif di tingkat global.
“Indonesia Emas 2045 bukan sesuatu yang otomatis terjadi. Ia harus dirancang, dipersiapkan, dan diperjuangkan melalui pembangunan SDM unggul, riset, dan inovasi nasional,” pungkasnya.
