Kamis, 5 Februari, 2026

Wamenag: Belajar Islam Juga Harus Kuasai Sains dan Teknologi

MONITOR, Jakarta – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i memberi pesan khusus kepada para santri. Wamenag mengingatkan bahwa belajar Islam tidak hanya tentang ilmu agama, tapi juga ilmu teknologi, sosial, dan lainnya.

Hal ini disampaikan Wamenag saat memberikan kuliah umum kepada para santri Yayasan ZAD Al-Insanniyah Cipanas sekaligus meresmikan Masjid Jami’ Imam Ath-Thabari, Rabu (4/2/2026). Hadir, jajaran pengurus Yayasan ZAD Al-Insanniyah, unsur pemerintah daerah, perwakilan Majelis Ulama Indonesia setempat, tokoh masyarakat, para asatidz, serta para santri dan mahasantri.

Wamenag menjelaskan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk ekonomi, politik, sosial, sains, dan teknologi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap Islam tidak boleh dipersempit hanya pada ibadah ritual.

“Belajar Islam tidak berarti meninggalkan sains, teknologi, ekonomi, atau bidang lainnya. Justru dengan memahami Islam secara utuh, kita akan lebih mudah menguasai berbagai disiplin ilmu,” tegasnya.

- Advertisement -

Ia mengingatkan bahwa sejarah peradaban Islam telah melahirkan banyak tokoh besar yang menguasai berbagai disiplin ilmu sekaligus memiliki kedalaman spiritual. Menurutnya, tradisi keilmuan tersebut harus terus dihidupkan di lingkungan pesantren, madrasah, dan sekolah Islam.

Wamenag juga mengapresiasi capaian madrasah dan lembaga pendidikan Islam yang semakin menunjukkan prestasi di bidang sains dan teknologi. “Madrasah dan lembaga pendidikan Islam hari ini telah membuktikan diri mampu berprestasi di bidang riset, robotik, dan inovasi. Ini menunjukkan bahwa madrasah adalah pusat keunggulan,” katanya.

Dalam konteks kebangsaan, Wamenag menegaskan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia unggul sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. “Indonesia membutuhkan generasi muda yang cerdas otaknya, kuat imannya, sehat fisiknya, dan berintegritas, karena merekalah penopang Indonesia Emas 2045,” ujar Wamenag.

Ia juga mendorong para santri untuk memanfaatkan kesempatan belajar yang dimiliki sebaik mungkin. Menurutnya, masa depan bangsa sangat bergantung pada kesungguhan generasi muda dalam menuntut ilmu. “Manfaatkan kesempatan belajar yang kalian miliki hari ini, karena masa depan bangsa ini sangat bergantung pada kesungguhan kalian dalam menuntut ilmu,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Wamenag meresmikan Masjid Jami’ Imam Ath-Thabari yang berada di lingkungan Yayasan ZAD Al-Insanniyah Cipanas. Ia berharap masjid tersebut tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat. “Masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan akhlak dan pengembangan tradisi keilmuan,” tuturnya.

Selain peresmian masjid, Wamenag juga menyerahkan bantuan sarana pembelajaran bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam sebesar Rp50 juta. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas proses belajar-mengajar serta penguatan fasilitas pendidikan. 

Ketua Pembina Yayasan ZAD Al-Insanniyah menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamenag beserta dukungan yang diberikan. Ia menegaskan komitmen yayasan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan mencetak generasi yang berakhlak mulia, berilmu luas, serta berdaya saing.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta peninjauan fasilitas masjid dan lingkungan yayasan. Kehadiran Wamenag diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Kementerian Agama dan lembaga pendidikan Islam dalam mewujudkan pendidikan keagamaan yang unggul, moderat, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER