Selasa, 3 Februari, 2026

IMP 168 dukung Perumda Jepara kembangkan Pupuk Hayati JAVAGEN, dorong Model BUMD Pertanian Modern

MONITOR, Jepara – PT Indoraya Mitra Persada 168 (IMP 168) bersama PT Internasional Mitra Teknologi (IMT) dan PT Mitra Benih Indonesia (MBI) menjalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan Perumda Aneka Usaha Jepara, Jawa Tengah dalam pengembangan dan produksi pupuk hayati ramah lingkungan JAVAGEN, Senin (2/2/2026).

MoU tersebut dilakukan dalam upaya mendorong transformasi pertanian berkelanjutan terus diperkuat melalui sinergi antara badan usaha milik daerah (BUMD) dan sektor swasta.

Kerja sama strategis ini menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem pertanian terbarukan yang berbasis inovasi teknologi, tata kelola profesional, dan kemitraan jangka panjang antara BUMD dan swasta. Melalui kolaborasi tersebut, Perumda Aneka Usaha Jepara ditetapkan sebagai pemegang merek (brand holder) sekaligus pengelola pemasaran JAVAGEN dengan target distribusi berskala nasional.

Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Jepara, Wike Dwi Utomo, menegaskan bahwa pengembangan JAVAGEN merupakan respons atas tantangan serius pertanian nasional, khususnya degradasi kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan selama puluhan tahun.

- Advertisement -

“JAVAGEN dikembangkan sebagai solusi pertanian modern untuk mengembalikan kesuburan tanah sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan petani mendapatkan alternatif pupuk yang ramah lingkungan, efisien, dan berdampak jangka panjang,” ujar Wike.

Ia menambahkan, dengan posisi Perumda sebagai pemegang merek dan pengendali pemasaran, JAVAGEN diharapkan mampu menjadi produk unggulan daerah yang tidak hanya memperkuat kinerja BUMD, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pembangunan sektor pertanian nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PT Indoraya Mitra Persada 168, Pamrihadi Wiraryo, menjelaskan bahwa kolaborasi antara IMP, IMT, MBI, dan BUMD Jepara dirancang secara komprehensif untuk membangun ekosistem pertanian terintegrasi, mulai dari inovasi pupuk hayati, teknologi pembenihan, hingga peningkatan hasil panen petani.

“MoU ini bukan sekadar kerja sama bisnis. Ini adalah komitmen bersama untuk menghadirkan solusi nyata bagi petani melalui pendekatan pertanian modern dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa inovasi teknologi benar-benar sampai ke lahan dan dirasakan manfaatnya oleh petani,” tegas Pamrihadi.

Lebih jauh, Pamrihadi menilai bahwa keberhasilan Perumda Aneka Usaha Jepara dalam mengeksekusi kerja sama ini berpotensi menjadikan BUMD tersebut sebagai model BUMD pertanian modern yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia.

“Jika dikelola secara profesional, didukung teknologi yang tepat, serta disinergikan dengan para pemangku kepentingan, BUMD Jepara bisa menjadi role model nasional. Ini penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Peluncuran dan pengembangan JAVAGEN juga sejalan dengan agenda nasional transisi menuju pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan petani akan input produksi yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan kondisi tanah.

Dengan sinergi lintas sektor, JAVAGEN diharapkan tidak hanya menjadi produk komersial, tetapi juga instrumen strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong kemandirian pertanian berbasis inovasi lokal.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER