Kamis, 29 Januari, 2026

Turun Langsung ke Cisarua, Mentan Salurkan Bantuan dan Dorong Perubahan Pola Tanam

MONITOR, Bandung Barat – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI Andi Amran Sulaiman meninjau langsung lokasi bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (28/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, Mentan menyalurkan bantuan kemanusiaan sebagai wujud kehadiran negara bagi masyarakat yang terdampak musibah.

“Kami turut berduka cita atas korban bencana di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kami turun langsung memberi bantuan, ada 24 truk bantuan siap saji, beras, dan kebutuhan lainnya,” ujar Mentan Andi Amran Sulaiman saat meninjau lokasi pengungsian bersama Wakil Menteri Pertanian, jajaran Eselon I Kementerian Pertanian, serta anggota Komisi IV DPR RI.

Sebanyak 24 truk bantuan disalurkan kepada warga terdampak longsor. Bantuan tersebut berisi berbagai kebutuhan pokok, seperti pangan siap saji, beras, air mineral, mi instan, biskuit, susu UHT, serta logistik lainnya yang bersumber dari Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, dan dukungan mitra swasta.

Berdasarkan data sementara, jumlah pengungsi tercatat mencapai 564 jiwa dari 186 kepala keluarga. Para pengungsi saat ini menempati sejumlah titik pengungsian di wilayah Cisarua. “Rencana awal kami siapkan 100 truk bantuan, tetapi karena keterbatasan lokasi, kami kirim 24 truk terlebih dahulu. Yang terpenting masyarakat bisa segera terbantu,” kata Mentan Amran.

- Advertisement -

Selain penanganan darurat, Mentan Amran menekankan pentingnya langkah mitigasi jangka panjang untuk mencegah terulangnya bencana serupa. Salah satu upaya yang didorong adalah perubahan pola tanam di kawasan rawan longsor, khususnya di wilayah dengan tingkat kemiringan lahan yang tinggi.

“Ini harus ada solusi permanen. Di daerah dengan kemiringan tajam, tanaman hortikultura kita ganti dengan tanaman tahunan atau perkebunan agar akarnya kuat menahan erosi dan mencegah longsor,” jelasnya.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI dalam pengembangan tanaman perkebunan secara nasional. “Anggaran kita ada, cukup besar dari Bapak Presiden. Bapak Presiden perintahkan ada tanaman perkebunan kurang lebih 870 ribu hektare seluruh Indonesia. Khusus daerah-daerah rawan bencana, kita prioritaskan,” tambahnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Nasdem, Rajiv, mengapresiasi langkah cepat Kementerian Pertanian dalam merespons bencana longsor di Cisarua. Menurutnya, Kementan menunjukkan kepedulian nyata tidak hanya pada sektor pertanian, tetapi juga dalam misi kemanusiaan.

“Kami dari Komisi IV mengapresiasi Kementerian Pertanian yang selalu cepat tanggap menanggulangi bencana. Tidak hanya fokus pada sektor pertanian, tetapi juga sangat peduli terhadap misi kemanusiaan. Kami turut berduka cita kepada korban dan keluarga,” ungkap Rajiv.

Melalui penyaluran bantuan logistik, penguatan sinergi lintas lembaga, serta perencanaan pemulihan berkelanjutan, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat, baik pada masa tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana di wilayah rawan longsor.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER