Selasa, 27 Januari, 2026

Kuota KIP Kuliah Kemenag 2026 Naik Jadi 34.653 Mahasiswa

MONITOR, Jakarta – Jumlah mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) yang menerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) terus bertambah. Data Kementerian Agama, ada 34.653 mahasiswa penerima KIP-Kuliah pada 2026.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Ruchman Basori, pada acara Pertemuan Orang Tua Wali dan Mahasiswa KIP-K dengan jajaran UIN Raden Fatah Palembang, di Palembang, Kamis (22/1/2026).

“Jumlah mahasiswa penerima KIP-K secara nasional pada Kementerian Agama pada 2025 berjumlah 27.086 orang dan naik pada 2026 menjadi 34.653 mahasiswa,” terang Ruchman Basori.

Menurut Ruchman, mulai 2025, pengelolaan KIP Kuliah yang semula ditangani Unit Eselon I pada Kemenag dialihkan kepada Puspenma Setjen. Selain itu, Puspenma juga mengelola Program Indonesia Pintar (PIP) pada Pendidikan Dasar dan Menengah Kegamaan.

- Advertisement -

Ruchman mengapresiasi langkah UIN Palembang yang menggelar pembinaan mahasiswa penerima KIP-Kuliah dengan mempertemukan orang tua walinya. Ruchman menilai  kegiatan ini sangat penting sebagai ikhtiar membangun komunikasi baik antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan orang tuanya. Apalagi, para mahasiswa penerima KIP-Kuliah itu menjadi mahasantri pada Ma’had Al-Jami’ah.

Ma’had Al-Jami’ah, kata Ruchman, sangat strategis memperkuat karakter mahasiswa dan meningkatkan pemahaman keagamaan yang moderat, inklusif dan toleran, dalam negara bangsa.

“Mahasiswa yang cerdas penting, tetapi tak kalah pentingnya adalah lahirnya profil mahasiswa yang berkarakter, bermoral dan berakhlak. Kita titipkan kepada para kyai dan dosen Ma’had Al-Jamiah Perguruan Tinggi,” ujar Ruchman.

“Ma’had Al Jami’ah adalah kawah candradimuka menggembeleng intelektual dan karakter calon cendekiawan untuk menjawab masa depan Indonesia,” sambungnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik Munir berpesan kepada mahasiswa KIP-K untuk mengembangkan perilaku mulia, hidup sederhana dan memegang etika relasi dosen-mahasiswa. “Para mahasiswa tidak boleh berprasangka butuk kepada para dosennya, karena akan menyebabkan ilmunya kurang bermanfaat”, katanya.

“Kami UIN Palembang menganggap Ma’had Al Jami’ah sangat penting, termasuk bagi mahasiswa KIP Kuliah, karena harus menjadi orang yang pintar di satu sisi dan berakhlak di sisi lainnya”, tegas Munir.

Wakil Rektor III UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Syahril Jamil, M.A mengatakan kegiatan dirancang untuk mempertemukan Mahasiswa Penerima Kartu Indonesia Pintar Kuiah (KIP-K) yang didampingi oleh para orang tuanya dipertemukan dengan Pengelola Ma’had Al Jami’ah.

Penerima KIP-K Tahun 2025, lanjut Syahril Jamil, adalah mahasiswa yang berasal dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi tetapi berpotensi melanjutkan studi, agar mereka menjadi manusia-mansia sebagai agen Pembangunan.  Pada tahun 2025 UIN Palembang merekrut 400 mahasiswa penerima KIP Kuliah dari berbagai daerah di Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu dan juga daerah-daerah lainnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER