PENDIDIKAN

Yudisium UIN Jember, Dari Isu Zina hingga Korupsi Jadi Topik Skripsi Terbaik

MONITOR, Jakarta – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar Yudisium Strata Satu (S1) ke-30. Sebanyak 187 mahasiswa mengikuti yudisium pasca seluruh program studi di Fakultas Syariah UIN KHAS Jember terakreditasi unggul pada 2024 dan menambah satu prodi baru pada 2025.

Fakultas Syariah UIN KHAS Jember memiliki lima program studi. Empat program studi yang berada di bawah Kementerian Agama telah terakreditasi unggul pada tahun 2024 yaitu prodi Hukum Pidana Islam (Jinayah) prodi Hukum Keluarga (Ahwal al-Syakhsiyah), Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah), Hukum Tata Negara (Siyasah). Sementara Hukum Bisnis merupakan prodi baru dengan izin penyelenggaraan studi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Rektor UIN KHAS Jember Hepni Zein meminta kepada para lulusan Fakultas Syariah untuk terus mengasah kemampuan di mana pun berada. Rektor menjelaskan bahwa di dunia yang berubah cepat, kemampuan untuk mempelajari hal baru menjadi sangat penting untuk tetap relevan dan sukses dalam menghadapi perubahan teknologi dan dunia.

“Orang yang berhenti belajar akan terjebak di masa lalu. Masa depan dibangun melalui tindakan, persiapan, dan pembelajaran yang konsisten sejak hari ini, bukan dengan menunda”, kata Rektor UIN KHAS Jember Prof Hepni Zein saat membuka kegiatan Yudisium Fakultas Syariah, Senin (26/1/26) di Jember.

Rektor UIN KHAS Jember juga menambahkan bahwa seorang sarjana harus memiliki kematangan berfikir dan kematangan dalam bertindak. Menurutnya, kedewasaan menjalani kehidupan di tengah-tengah masyarakat menjadi sangat penting dan berarti.

“Kesuksesan bukan ditentukan seberapa banyak prestasi yang diraih, tapi seberapa banyak masalah yang bisa diselesaikan secara dewasa dan seberapa manfaat yang bisa diberikan. Terus tingkatkan kompetensi dan jangan pernah merasa puas dengan ilmu dan pengalaman,” terang Rektor Prof Hepni.

Dekan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember Wildani Hefni meminta lulusan Fakultas Syariah untuk tidak berhenti belajar saat lulus menjadi sarjana. Menurutnya, masa depan adalah milik pembelajar. Artinya, mereka yang terus belajar, beradaptasi, dan mengasah keterampilan baru akan menguasai tantangan masa depan.

Dekan yang sekaligus wakil sekretaris LTM PWNU Jawa Timur ini meyakini bahwa lulusan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember memiliki pola pikir berkembang yang memandang tantangan sebagai peluang, bukan masalah. “Fakultas Syariah UIN KHAS Jember menjadi titian panjang perjalanan intelektual melalui pembelajaran sistematis, pengkajian normatif dan empiris, serta dialektika antara teks, konteks dan realitas sosial. Semoga bekal keilmuan, etika akademik, dan kepekaan sosial menjadi landasan kokoh bagi 187 lulusan dalam pengabdian profesional, riset berkelanjutan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan umat”, harap Dekan Wildani Hefni

Wildani Hefni juga meminta lulusannya untuk terus menjalin komunikasi dengan Fakultas Syariah UIN KHAS Jember. “Terus bangun komunikasi dengan semua pihak, termasuk perkuat jaringan alumni untuk bersama-sama berdampak di tengah-tengah masyarakat,” tambahnya.

Hadir dalam Yudisium Fakultas Syariah UIN KHAS Jember ke-30, wakil Dekan I Busriyanti, wakil Dekan II Martoyo, wakil Dekan III Ahmadiono, Kabag TU, Kajur dan Sekjur, seluruh Koorprodi, Ketua Keluarga Alumni Fakultas Syariah (Kafsya), dan seluruh pengelola Fakultas Syariah UIN KHAS Jember.

Pada Yudisium Fakultas Syariah UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember ke-30, diberikan beberapa penghargaan bagi mahasiswa, yaitu:

1. Penghargaan Peraih IPK Terbaik

a. Peraih Indeks Prestasi Kumulatif Terbaik Tingkat Fakultas: AHMAD FAIZZUL HAQ (Program Studi Hukum Keluarga dengan IPK: 3,84)

b. Peraih Indeks Prestasi Kumulatif Terbaik Program Studi Hukum Ekonomi Syariah: ULFA MIFTAKHUR ROHMAH (IPK: 3,81)

c. Peraih Indeks Prestasi Kumulatif Terbaik Program Studi Hukum Tata Negara: DIAN KHOIROTUL ARYANI (IPK: 3,80)

d. Peraih Indeks Prestasi Kumulatif Terbaik Program Studi Hukum Pidana Islam: ULIN NUHA (IPK: 3,70)

2. Penghargaan Penulis Skripsi Terbaik

a. Penulis Skripsi Terbaik tingkat Fakultas Syariah: AHMAD FAIZZUL HAQ dari Program Studi Hukum Keluarga. Judul skripsi: Implementasi Tarjih Maqasidi Terhadap Ikhtilaf Ulama atas Ketentuan Idah Wanita Hamil Akibat Zina

b. Penulis Skripsi Terbaik Program Studi Hukum Pidana Islam: ALVIYATUL MUNAWAROH KAHPI. Judul skripsi: Analisis Yuridis Pengembalian Kerugian Negara dalam Tindak Pidana Korupsi di Bawah 50 Juta Rupiah yang Dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara

c. Penulis Skripsi Terbaik Program Studi Hukum Tata Negara: AHMAD SALMAN BADRUZ ZAMAN AS-SUJA’I. Judul Skripsi: Perlindungan Anak dalam Konflik Bersenjata Perspektif Hukum Internasional dan Fiqih Siyasah

d. Penulis Skripsi Terbaik Program Studi Hukum Ekonomi Syariah: SATRIA ARYA BAGUS ANDHIKA. Judul Skripsi: Analisis Sistem Anti-Fraud Terhadap Karyawan di PNM Mekaar Area Tanggul Kabupaten Jember

3. Penghargaan Mahasiswa Berprestasi Akademik dan Non-Akademik

a. ALVIYATUL MUNAWAROH KAHPI, Program Studi Hukum Pidana Islam, Kategori Prestasi Lomba Peradilan Semu

b. RADLITYA KHIHVA REIZALDY, Program Studi Hukum Tata Negara, Kategori Prestasi Lomba Peradilan Semu

c. ULIN NUHA, Program Studi Hukum Pidana Islam, Kategori Prestasi Lomba Peradilan Semu

d. IKWAL FAT ALI AHYAR, Program Studi Hukum Pidana Islam, Kategori Prestasi Lomba Seni Musik Islami

e. M. RAFLY YULIANSYAH ZEIN, Program Studi Hukum Keluarga, Kategori Prestasi Lomba Seni Musik Islami

f. ROISUL ANHAR, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Kategori Prestasi Lomba Seni Musik Islami

g. GILANG GESANG PAMUNGKAS, Program Studi Hukum Tata Negara, Kategori Prestasi bidang Olahraga

h. MUHAMMAD FAHRIL AZWAR PUTRA PRATAMA, Program Studi Hukum Tata Negara, Kategori prestasi sebagai Presenter Konferensi Internasional

i. DINNA SAZLI KHARISMA, Program Studi Hukum Tata Negara, Kategori prestasi dalam Personal Branding

j. HASBULLAH, Program Studi Hukum Keluarga, Kategori prestasi Penggerak Organisasi Kemahasiswaan

Recent Posts

Wamenhaj: Tahun Ini, Haji Afirmatif Fokus Lindungi Perempuan dan Lansia

MONITOR, Jakarta - Visi utama penyelenggaraan haji 2026, yakni haji yang berkeadilan, berempati, dan berpihak…

23 menit yang lalu

Prof. Rokhmin: Ekonomi Biru Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri, menegaskan bahwa potensi besar…

3 jam yang lalu

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Pernyataan WamenHAM: Stigmatisasi NGO

MONITOR, Jakarta - Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan (SSR) mengecam keras pernyataan Wakil…

4 jam yang lalu

Indonesia, Board of Peace, dan Taruhan Geopolitik Global Palestina

MONITOR, Jakarta - Keputusan Indonesia bergabung sebagai anggota pendiri Board of Peace, sebuah inisiatif yang…

5 jam yang lalu

WEF Davos 2026, Prabowo Tegaskan Arah Baru Indonesia

MONITOR, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan arah pembangunan nasional yang berfokus pada…

6 jam yang lalu

Menag: Ekonomi Syariah Bukan Lagi Alternatif, Tapi Instrumen Utama Keadilan

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar menegaskan bahwa ekonomi syariah tidak boleh…

6 jam yang lalu