Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad. (Ist)
MONITOR, Jakarta – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama memberikan penguatan jajarannya dalam komunikasi publik dan literasi digital. Pelatihan ini dikemas dalam Upgrade Skill Pimpinan Bimas Islam bertajuk Engaging Communication 2026.
Kegiatan dibuka Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, di Jakarta, Selasa (20/1/26). Menurutnya, teronosan ini menjadi upaya meningkatkan kualitas SDM agar terus berakselerasi dalam penyelenggaraan layanan kepada masyarakat.
Abu Rokhmad mengatakan, penguatan kapasitas komunikasi pimpinan menjadi kebutuhan mendesak di tengah masyarakat yang semakin terbuka dan kritis. Menurutnya, kualitas layanan keagamaan tidak hanya ditentukan oleh substansi kebijakan, tetapi juga oleh cara kebijakan tersebut disampaikan kepada publik. Pelayanan yang baik, kata Abu Rokhmad, harus dibarengi dengan komunikasi yang dapat dipahami, diterima, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Komunikasi yang ‘engage’ bukan sekadar menyampaikan informasi, melainkan membangun kedekatan, kepercayaan, dan partisipasi publik. Dalam konteks tugas Bimas Islam, pendekatan komunikasi yang humanis dan persuasif penting agar pesan-pesan keagamaan dapat hadir, mencerahkan, dan menenangkan. Kita ingin layanan keagamaan hadir sebagai solusi, bukan sekadar administrasi,” ujar Abu Rokhmad.
Ia menambahkan, pimpinan Bimas Islam juga dituntut adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk kemajuan teknologi dan media digital. Menurutnya, dinamika ruang publik yang bergerak cepat menuntut aparatur pemerintah mampu menyampaikan pesan secara ringkas, jelas, dan relevan. “Pesan yang baik bisa kehilangan makna jika disampaikan dengan cara yang tidak tepat,” katanya.
Ditambahkan Abu Rokhmad, pelatihan ini merupakan bagian dari pembenahan internal Bimas Islam agar kebijakan dan program yang dijalankan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat. Dengan komunikasi yang tepat, ia berharap layanan keagamaan semakin inklusif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. “Kita ingin membangun layanan keagamaan yang dipercaya publik,” tutur Abu Rokhmad.
Peningkatan kapasitas komunikasi pimpinan sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama yang menempatkan kualitas layanan sebagai prioritas utama. Abu Rokhmad berharap pelatihan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan peran pimpinan dalam menghadirkan layanan keagamaan yang profesional, berintegritas, dan berdampak nyata. “Komunikasi yang baik adalah pintu masuk kepercayaan publik,” tegasnya.
Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Lubenah, mengatakan pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan komunikasi pimpinan agar lebih humanis, komunikatif, serta mampu membangun kedekatan dengan masyarakat secara berkelanjutan.
“Penguatan soft skill, terlebih komunikasi, menjadi fondasi penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan program-program Bimas Islam. Pelatihan ini tidak berdiri sendiri, tetapi terintegrasi dengan agenda peningkatan kinerja organisasi,” ujar Lubenah.
Ia menjelaskan, materi pelatihan disusun untuk menjawab tantangan komunikasi birokrasi. Para pimpinan diharapkan mampu menyampaikan kebijakan dan layanan secara efektif, transparan, akuntabel, serta mudah dipahami masyarakat. “Bahasa yang sederhana dan pendekatan yang empatik menjadi kunci,” katanya.
“Kami ingin membangun pola komunikasi yang dialogis dan solutif,” ujarnya. Pelatihan Engaging Communication 2026 diikuti seluruh pimpinan di lingkungan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama.
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus menyampaikan kritik tajam…
MONITOR - Analis intelijen, pertahanan, dan keamanan Ngasiman Djoyonegoro, menilai bahwa sikap Polri dan pemerintah…
MONITOR, Jakarta - Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmen kuat dalam mencerdaskan…
MONITOR, Jakarta - Guna meningkatkan daya saing industri nasional dalam menghadapi dinamika ekonomi global serta…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menggelar rangkaian kegiatan bakti sosial dalam rangka…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menerima hibah lahan dan bangunan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) dari…