POLITIK

Podcast KPU Kab Cirebon, Prof Rokhmin: Kebijakan Publik Harus Dilandasi Integritas Pemimpin

MONITOR – Kebijakan publik, termasuk di sektor pangan, harus dilandasi oleh integritas dan akhlak kepemimpinan. Penegasan tersebut disampaikan Prof. Dr. H. Rokhmin Dahuri, M.Si, anggota Komisi IV DPR RI, dalam Podcast Spesial KPU Kabupaten Cirebon, Rabu 14 Januari 2026.

Soal kedaulatan pangan, Menteri Kelautan dan Perikanan era Presiden Gus Dur dan Megawati itu menegaskan tidak boleh dimaknai semata sebagai capaian surplus produksi, tetapi harus diukur dari sejauh mana negara mampu menghadirkan kesejahteraan bagi petani dan nelayan.

Prof. Rokhmin menegaskan bahwa pangan merupakan hak dasar rakyat sekaligus hak kedaulatan bangsa yang tidak boleh diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.

“Pangan itu bukan sekadar komoditas ekonomi. Pangan adalah hak asasi manusia dan hak bangsa. Kalau petaninya miskin, nelayannya tidak sejahtera, maka sesungguhnya kita belum berdaulat secara pangan,” ujar Rokhmin.

Ia menjelaskan, selama ini pembangunan pangan kerap terjebak pada angka produksi dan statistik surplus, sementara kondisi sosial-ekonomi petani justru tertinggal. Menurutnya, paradigma inilah yang harus diubah secara mendasar.

“Banyak daerah yang produksi pangannya tinggi, tapi petaninya tetap miskin. Itu berarti ada yang keliru dalam sistem. Indikator kedaulatan pangan tidak cukup hanya surplus, tetapi kesejahteraan petani dan nelayan,” tegasnya.

Peran Negara dan Legislatif

Prof Rokhmin menekankan bahwa negara memiliki tanggung jawab penuh dalam memastikan sistem pangan berjalan adil, mulai dari hulu hingga hilir. Ia menyoroti pentingnya kebijakan yang melindungi petani dari ketimpangan harga, biaya produksi yang tinggi, serta rantai distribusi yang panjang.

“Negara harus hadir. Petani harus dijamin akses terhadap modal, teknologi, pupuk, irigasi, hingga kepastian harga. Kalau semua risiko diserahkan ke petani, lalu siapa yang menikmati keuntungannya?” katanya.

Sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, perikanan, dan pangan, Rokhmin menegaskan komitmen legislatif untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada pelaku utama sektor pangan.

“Legislatif punya peran strategis memastikan anggaran dan regulasi benar-benar memihak petani dan nelayan, bukan hanya menguntungkan segelintir pelaku usaha besar,” ujarnya.

Kepemimpinan Islami dalam Kebijakan Publik

Dalam podcast tersebut, Rokhmin juga mengaitkan isu kedaulatan pangan dengan nilai-nilai kepemimpinan Islami. “Pemimpin itu harus siddiq, amanah, fathonah, dan tabligh. Jujur, bisa dipercaya, cerdas, dan mampu menyampaikan kebenaran. Kalau nilai-nilai ini dijalankan, kebijakan pangan pasti berpihak pada rakyat,” tuturnya.

Ia menilai, krisis pangan dan kemiskinan struktural sering kali bukan disebabkan oleh keterbatasan sumber daya, melainkan oleh krisis kepemimpinan dan tata kelola.

“Indonesia ini kaya. Tanahnya subur, lautnya luas. Yang sering kurang itu keberpihakan dan integritas dalam mengelola kekayaan tersebut,” kata Rokhmin.

Refleksi dari Akar Rumput

Prof Rokhmin juga membagikan pengalaman pribadinya yang tumbuh dari keluarga nelayan di wilayah Cirebon. Menurutnya, pengalaman tersebut membentuk kepekaannya terhadap penderitaan rakyat kecil yang hidup dari sektor pangan.

“Saya lahir dari keluarga nelayan. Saya tahu betul bagaimana beratnya hidup mereka. Karena itu, perjuangan saya di parlemen tidak boleh jauh dari nasib petani dan nelayan,” ujarnya.

Ia berharap diskusi publik seperti podcast yang digelar KPU tidak hanya menjadi ruang edukasi politik, tetapi juga sarana membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya memilih pemimpin yang memiliki visi kerakyatan.

“Demokrasi akan bermakna kalau menghasilkan pemimpin yang adil, peduli, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat,” pungkas Rokhmin.

Recent Posts

Menteri Imipas: Kedaulatan Pangan Harus Dibarengi Masyarakat Sehat

MONITOR, Jakarta - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, memimpin langsung pelaksanaan layanan pemeriksaan…

26 menit yang lalu

Dorong Revolusi Digital, PMB PTKIN 2026 Bekali Guru BK Teknologi AI

MONITOR, Tulungagung - Era baru dunia pendidikan Islam di Indonesia resmi dimulai. Kementerian Agama (Kemenag)…

1 jam yang lalu

Pasha Ungu Apresiasi Langkah Kemenag Perkuat Ekoteologi Jaga Alam

MONITOR, Jakarta - Ekoteologi yang dikampanyekan Kementerian Agama sebagai upaya membangkitkan semangat keagamaan dalam menjaga…

4 jam yang lalu

Wamenhaj ke Petugas Haji; Jangan Khianati Amanah Jemaah

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa…

6 jam yang lalu

Isra Mikraj 1447 H, Menag Ajak Umat Jaga Kelestarian Alam

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa salat tidak hanya memiliki nilai kesalehan…

12 jam yang lalu

Anggaran Haji 2026 Tembus Rp18,2 Triliun, Kemenhaj Fokus Layanan Jemaah

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menegaskan pentingnya pengelolaan anggaran operasional haji…

15 jam yang lalu