MONITOR, Jakarta – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi menutup penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 dengan capaian kinerja layanan yang berjalan aman, lancar, dan terkendali. Penyelenggaraan angkutan libur panjang ini mencatat tingkat kepuasan publik yang sangat tinggi berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh.
Pengelolaan arus penyeberangan nasional selama periode libur panjang dinilai mampu menjawab tingginya mobilitas masyarakat. Hal ini didukung oleh tata kelola operasional yang adaptif serta kolaborasi lintas sektor yang berjalan efektif antara perusahaan dengan berbagai pemangku kepentingan.
Hasil Survei Kepuasan Masyarakat Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada melalui Pusat Studi Transportasi dan Logistik mencatat seluruh aspek layanan ASDP berada pada kategori “Sangat Puas”. Aspek sarana meraih nilai tertinggi, disusul oleh aspek kebijakan, prasarana, serta manajemen transportasi. Capaian tersebut mencerminkan persepsi positif masyarakat terhadap kualitas layanan serta efektivitas pengelolaan arus penyeberangan nasional.
Kenaikan Volume Penumpang dan Kendaraan Dari sisi operasional, ASDP berhasil melayani 3,4 juta penumpang dan 850 ribu kendaraan di berbagai lintasan pantauan nasional. Jumlah penumpang tercatat meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara total kendaraan tumbuh 6,7 persen. Peningkatan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat sekaligus kesiapan sistem layanan penyeberangan dalam menghadapi lonjakan arus.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari konsistensi pengelolaan layanan dan sinergi lintas sektor.
“Keberhasilan penyelenggaraan layanan ini tidak hanya diukur dari kelancaran arus, tetapi juga dari tingkat kepuasan masyarakat. Evaluasi berbasis data dan persepsi publik menjadi fondasi penting bagi peningkatan layanan ke depan,” ujar Heru Widodo.
Sinergi dan Perbaikan Berkelanjutan Kelancaran layanan ini tidak terlepas dari kolaborasi erat dengan kementerian, pemerintah daerah, hingga aparat keamanan. Sinergi ini memungkinkan pengambilan keputusan yang cepat, pengaturan jadwal kapal yang adaptif, hingga pemantauan intensif melalui posko terpadu selama puncak arus berangkat dan balik.
Kebijakan utama seperti penerapan tiket online wajib dan diskon tarif tiket sebesar 15 persen menjadi poin penting dalam evaluasi. Meski meraih hasil positif, perusahaan tetap mengidentifikasi tantangan seperti akses tiket digital pada jam puncak dan konsentrasi perjalanan di waktu tertentu.
Sebagai langkah antisipasi menghadapi Angkutan Lebaran mendatang, ASDP fokus pada peningkatan keandalan sistem digital, pemerataan distribusi jadwal perjalanan, serta sinkronisasi standar layanan. ASDP berkomitmen menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, nyaman, dan andal guna menjaga konektivitas antarpulau serta mendukung mobilitas nasional secara berkelanjutan.