Rabu, 7 Januari, 2026

Kemenag Luncurkan Asta Protas di HAB ke-80 untuk Indonesia Damai

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar Tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Tahun 2026 dengan mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Acara berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Tasyakuran dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri Agama periode 2019–2024 Zainut Tauhid Sa’adi, Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin, Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Helmi Nasaruddin Umar, para staf khusus dan staf ahli, pejabat eselon I dan II, serta seluruh jajaran pegawai Kementerian Agama. Sejumlah tokoh lintas agama turut hadir dalam acara tersebut.

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin menyampaikan bahwa peringatan HAB ke-80 telah diisi berbagai kegiatan sejak pertengahan Desember 2025, mulai dari kompetisi olahraga, jalan sehat kerukunan, donor darah, aksi kemanusiaan, hingga peduli bencana. Seluruh rangkaian tersebut ditutup dengan tasyakuran pada hari ini.

Rangkaian tasyakuran diisi dengan pemotongan tumpeng, penyerahan simbolis penghargaan kepada desainer logo HAB ke-80, serta penyerahan piala juara ekshibisi yang menjadi bagian dari peringatan Hari Amal Bakti tahun ini.

- Advertisement -

Sekjen juga mengajak seluruh jajaran untuk bersyukur atas perjalanan panjang Kementerian Agama serta berbagai capaian sepanjang tahun 2025.

“Sepanjang tahun 2025, Kementerian Agama terus memperkuat kerukunan umat beragama melalui penguatan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), pengembangan desa sadar kerukunan, serta moderasi beragama berbasis komunitas. Upaya ini menjadi fondasi penting bagi stabilitas sosial dan persatuan nasional,” ujar Kamaruddin Amin.

Di bidang layanan keagamaan, lanjut Sekjen, Kemenag memperkuat peran Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai pusat layanan keagamaan keluarga, mengembangkan program keluarga maslahat, serta meningkatkan literasi keagamaan untuk menumbuhkan umat yang damai dan saling menghormati.

Sementara pada sektor pendidikan, tambahnya, tahun 2025 menjadi momentum penguatan mutu dan akses pendidikan keagamaan melalui peningkatan sarana dan prasarana, beasiswa, serta penguatan pesantren dan perguruan tinggi keagamaan. Langkah ini ditegaskan sebagai komitmen menyiapkan generasi beriman, berilmu, dan berdaya saing.

Dari sisi tata kelola, ungkap Sekjen, Kementerian Agama kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2025, disertai capaian serapan anggaran yang tinggi. Selain itu, transformasi birokrasi dan digitalisasi terus diperkuat melalui penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), perluasan zona integritas, serta pengembangan layanan digital keagamaan.

“Predikat Informatif dalam keterbukaan informasi publik yang kembali diraih menjadi bukti komitmen Kementerian Agama dalam membangun kepercayaan publik melalui komunikasi yang terbuka dan akuntabel,” tambahnya.

Memasuki 2026, Kementerian Agama akan melanjutkan implementasi Asta Cita Presiden melalui delapan program prioritas atau Asta Protas Kemenag, meliputi penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan, layanan keagamaan berdampak, pendidikan unggul, pesantren berdaya, pemberdayaan ekonomi umat, ekoteologi, pemberdayaan rumah ibadah, serta digitalisasi tata kelola.

“Momentum Hari Amal Bakti ke-80 ini kita jadikan sebagai penguat komitmen untuk terus menghadirkan umat yang rukun dan bersinergi, serta Indonesia yang damai dan maju,” pungkasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER