MONITOR, Jakarta – Tim Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar melaksanakan kegiatan pemulihan trauma (trauma healing) bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Pidie Jaya yang terdampak bencana banjir. Langkah ini sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana, khususnya bagi anak-anak.
Ketua DWP Kemenag Aceh Besar Yasmaidar mengatakan trauma healing menjadi langkah penting untuk membantu memulihkan kondisi psikologis siswa yang mengalami dampak langsung dari bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
“Anak-anak adalah kelompok paling rentan saat terjadi bencana. Melalui trauma healing ini, kami ingin membantu mereka kembali ceria, mengurangi rasa takut, dan menumbuhkan semangat untuk kembali belajar,” ujar Yasmaidar di Pidie Jaya, Minggu (4/1/2025).
Menurut Yasmaidar, kegiatan ini dikemas dengan pendekatan yang menyenangkan, seperti permainan, saling tanya jawab, shalawat serta pendampingan psikologi sesuai dengan usia anak. “Trauma healing tidak harus selalu serius. Kami hadir dengan metode yang ramah anak agar mereka merasa aman dan nyaman, sehingga luka batin akibat bencana bisa perlahan pulih,” katanya.
Kegiatan trauma healing tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar Saifuddin, para kepala seksi, kepala madrasah, serta pengurus dan anggota DWP Kemenag Aceh Besar. Saifuddin mengapresiasi peran aktif DWP Kemenag Aceh Besar yang turut mengambil bagian dalam penanganan dampak bencana, khususnya pada aspek psikologis anak-anak madrasah.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya soal membersihkan lumpur dan memperbaiki fasilitas, tetapi juga memulihkan mental dan psikologis para siswa. Trauma healing ini sangat penting agar anak-anak tidak membawa rasa takut berkepanjangan,” ujarnya.
Kata Yahwa, panggilan akrab Saifuddin, Kementerian Agama Aceh Besar berkomitmen untuk terus hadir mendampingi madrasah dan peserta didik yang terdampak bencana yang memporak-poranda Aceh akhir November 2025 lalu, baik melalui bantuan kemanusiaan maupun dukungan psikososial.
“Kami berharap kegiatan ini bisa membantu siswa MIN 4 Pidie Jaya kembali percaya diri, semangat belajar, dan siap melanjutkan aktivitas pendidikan seperti sediakala,” katanya.
Kegiatan trauma healing tersebut menjadi bagian dari rangkaian aksi kerja bakti Kemenag Aceh Besar bersih-bersih MIN 4 Pidie Jaya.
Selain itu, DWP Kemenag Aceh Besar dan Kemenag Aceh Besar Peduli juga menyerahkan bantuan seperti sajadah, mukena, kain sarung, Al Quran, Iqra Yasin, tuntunan shalat lengkap, peralatan tulis, serta susu dan snack untuk MIN 4 Pidie Jaya.