SUMATERA

TNI Serbu Lumpur RSUD Aceh Tamiang

MONITOR, Jakarta – Tak butuh waktu lama bagi TNI untuk turun tangan saat fasilitas publik lumpuh akibat bencana. Sebanyak 100 prajurit tangguh dari Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 853/Bawar Reje Bur, Kodam Iskandar Muda, diterjunkan langsung untuk menyerbu sisa-sisa material banjir dan longsor di RSUD Aceh Tamiang, Jumat (19/12/2025).

Bukan membawa senjata, kali ini para ksatria “Bawar Reje Bur” memegang sekop dan alat kebersihan. Mereka berjibaku dengan lumpur pekat dan sampah material guna memastikan rumah sakit kebanggaan warga Tamiang ini bisa segera beroperasi normal kembali.

Gerak Cepat di Area Vital
Pemulihan difokuskan pada titik-titik krusial yang menyangkut nyawa orang banyak. Mulai dari ruang pelayanan utama, bangsal rawat inap yang sempat tergenang, hingga normalisasi saluran drainase untuk mencegah air kembali meluap.

“Kehadiran TNI di sini adalah untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti lama. Kita percepat pembersihannya agar lingkungan kembali steril, sehat, dan aman bagi pasien maupun tenaga medis,” tegas Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi.

Bukan Sekadar Kerja Bakti
Aksi ini merupakan potret nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dengan semangat gotong royong, para prajurit membersihkan setiap sudut ruangan dengan teliti. Harapannya, trauma pascabencana bisa segera terkikis seiring dengan bersihnya fasilitas publik yang ada.

Pihak manajemen RSUD Aceh Tamiang pun memberikan apresiasi tinggi. Dukungan personel TNI dinilai sebagai “booster” yang sangat membantu percepatan normalisasi layanan medis yang sempat terhambat akibat terjangan banjir.

Komitmen Tanpa Batas
Langkah taktis ini menegaskan komitmen TNI bahwa mereka bukan hanya benteng pertahanan negara dalam peperangan, tetapi juga garda terdepan dalam misi kemanusiaan. Sinergi antara TNI dan Pemerintah Daerah Aceh Tamiang diharapkan menjadi kunci utama dalam pemulihan total wilayah terdampak bencana di pengujung tahun 2025 ini.

Recent Posts

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

3 jam yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

3 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

14 jam yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

14 jam yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

14 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

1 hari yang lalu