HUMANIORA

Jelang LPDP Tutup Buku 2025, Kemenag Lakukan Percepatan Penyaluran Beasiswa

MONITOR, Jakarta – Pusat pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA), Sekretariat Jenderal Kementerian Agama bersama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI, melaksanakan rekonsiliasi percepatan penyaluran beasiswa menjelang tutup buku tahun anggaran 2025.

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 2 s.d 4 Desember 2025 membahas tentang akselerasi penyaluran baik program beasiswa gelar maupun program non gelar.

Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Agama (PUSPENMA), Ruchman Basori mengatakan kegiatan ini penting untuk menjamin semua pembiayaan beasiswa on going dan rekrutmen baru 2025 dapat tersalurkan, baik biaya hidup, biaya studi, tunjangan buku, penelitian, jurnal scopus mapun tunjangan keluarga.

“Langkah ini diambil dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada para awardee agar pembiayaannya tidak terlambat dibayarkan. Karena akhir tahun ini, ditetapkan batas waktu penyampaikan pengajuan pencairan seluruh komponen pendanaan pada tanggal 5 Desember 2025,” ujarnya.

Aktivis Mahasiswa 1998 ini berharap bahwa para Awardee baik program gelar dan non gelar, untuk segera mengajukan pencairan sebelum tanggal 5 Desember 2025. Sebelum diteruskan ke LPDP, terlebih dahulu akan diverifikasi oleh Tim Verifikator dari PUSPENMA untuk kemudian diteruskan ke feeder LPDP.

Tidak lupa Ruchman yang juga Alumni IAIN Walisongo Semarang ini meminta kepada LPDP untuk mengalokasikan tambahan pendanaan, mengingat banyaknya stakeholders di Kemenag baik dosen, guru, ustadz, kyai, santri, siswa, mahasiswa, alumni, dan pegawai Kemenag yang membutuhkan Beasiswa Indonesia Bangkit ini.

“LPDP tak perlu ragu menyalurkan beasiswa kepada Keluarga Besar Kemenag, karena pasti akan bermanfaat dan berdampak pada peningkatan kualitas SDM untuk menyambut Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Divisi Keuangan LPDP, Juni Damanik berkomitmen untuk membantu proses percepatan penyaluran ini berjalan dengan lancar sehingga seluruh program beasiawa 2025 seluruhnya bisa dibayarkan di tahun anggaran 2025.

“Semoga proses rekonsiliasi ini lancar dan catatan-catatan verifikasi yang ada saat ini, segera bisa ditindaklanjuti dengan cepat dan seluruh program bisa diajukan maksimal 5 Desember 2025,” harapnya.

Sebagaimana diketahui Kemenag telah memberikan layanan beasiswa kepada 7.800-an Awardee sejak tahun 2022 hingga sekarang baik program S1, S2 dan S3 di Dalam dan Luar Negeri. Untuk tahun 2025 telah direkrut sebanyak 1.029 orang semuanya beasiswa degree. Sementara untuk non degree diwujudkan dalam bentuk Language Academic Preperation Program (LAPP) 75 orang, Pelatihan Multimedia Pesantren 240 orang dan Penguatan Moderasi Beragagama 240 orang.

Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan Siti Maria Ulfa, mengatakan kepada seluruh tim penyaluran di PUPENMA, untuk fokus dalam percepatan pencairan ini dan segera menindaklanjuti segala bentuk catatan verifikasi dari tim penyaluran LPDP.(Maul)

Recent Posts

Disamarkan sebagai Makanan Ringan, 1.728 Kuda Laut Kering Digagalkan di Bandara RHF

MONITOR, Tanjungpinang - Sebanyak 1.728 ekor kuda laut kering dengan berat total 6,5 kilogram ditemukan…

6 jam yang lalu

Sambut Andrea Bocelli, Hery Haryanto Azumi: Musik Bisa jadi Jembatan Peradaban di Tengah Konflik Global

MONITOR, Jakarta - Musik dapat menjadi ruang perjumpaan lintas bangsa dan budaya ketika dunia diwarnai…

2 hari yang lalu

Menag Dorong Kemandirian Pesantren, Apresiasi Inovasi Ekonomi dan Digital Al Yasini

MONITOR - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus memperkuat kemandirian dan…

2 hari yang lalu

Kemnaker Hadirkan Pelatihan Vokasi bagi Masyarakat Terdampak Gempa di NTT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Kemnaker Peduli Bencana terus memberikan dukungan kepada masyarakat…

3 hari yang lalu

Mahasiswa UID, Sutan Akhyar Rajabi Jadi Pemuda Pelopor Terbaik Depok 2026 Bidang Pendidikan

MONITOR, Depok — Mahasiswa Universitas Islam Depok (UID), Sutan Akhyar Rajabi, berhasil meraih Juara 1…

3 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Ma’had Aly Perlu Diperlakukan Setara dalam Sistem Pendidikan Nasional

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Pemikiran Pendidikan Islam Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta sekaligus Pendiri Jaringan…

3 hari yang lalu