Anggota Komisi IV DPR RI Prof. Rokhmin Dahuri menghadiri kegiatan peluncuran penyaluran Bantuan Pangan Tahun 2025 di Balai Desa Dompyong Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon. (dok: ist)
MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri menghadiri kegiatan peluncuran penyaluran Bantuan Pangan Tahun 2025 di Balai Desa Dompyong Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon.
Dalam sambutannya, Prof. Rokhmin menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog, Bupati Cirebon, serta Pemerintah Desa Dompyong Kulon atas dukungan dan sinergi dalam penyelenggaraan program tersebut.
“Saya juga berterima kasih kepada warga Dompyong Kulon yang telah memberikan kepercayaan pada saya saat Pileg kemarin. Melalui bantuan pangan ini, kami ingin mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Prof. Rokhmin, dikutip Kamis (13/11/2025).
Anggota Komisi IV DPR menegaskan bahwa program bantuan pangan bersifat sementara dan tidak boleh menjadi ketergantungan jangka panjang. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan adanya program lanjutan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
“Dengan swasembada pangan dan peningkatan produktivitas, kita harapkan masyarakat menjadi sejahtera dan tidak bergantung pada bantuan,” ujar Prof. Rokhmin.
Guru Besar IPB University itu mengungkapkan bahwa kemungkinan program bantuan pangan akan tetap berlanjut pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan nasional. Prof. Rokhmin menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, antara pemerintah, Bulog, dan masyarakat, untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan berdampak nyata.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa Barat, Nurman Susilo, menjelaskan bahwa Kabupaten Cirebon menjadi daerah ke-8 di Jawa Barat yang resmi meluncurkan program bantuan pangan tahun 2025.
“Untuk penyaluran kali ini, selain beras, juga ada minyak goreng. Setiap kali minyak masuk ke Bulog, akan langsung disalurkan ke masyarakat penerima manfaat,” jelas Nurman.
Ia menambahkan, Bulog berkomitmen menjaga kualitas, ketepatan administrasi, dan pelayanan terbaik dalam setiap tahap penyaluran.
“Kami juga mendapat data penerima manfaat dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang bersumber dari Kementerian Sosial. Pemerintah desa diharapkan melakukan verifikasi dan melaporkan perubahan data penerima,” tambahnya.
Kuwu Desa Dompyong Kulon, Khumaedi, turut menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah atas terselenggaranya program tersebut.
“Bantuan dari Prof. Rokhmin Dahuri berupa sembako beras sebanyak 20 kilogram. Karena desa kami juga memiliki peternakan ayam petelur, maka kami tambahkan bantuan telur ayam bagi warga. Semoga bermanfaat, terutama bagi warga yang membutuhkan,” ujar Khumaedi yang akrab disapa Aldy.
Bupati Cirebon H. Imron Rosyadi juga menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut.
“Angka kemiskinan di Kabupaten Cirebon saat ini masih sekitar 6,7 persen. Bantuan pangan ini tentu sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokoknya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Pemkab Cirebon tengah gencar melakukan berbagai upaya pengentasan kemiskinan, termasuk melalui job fair ketenagakerjaan di berbagai wilayah.
“Harapannya masyarakat pencari kerja bisa terserap di perusahaan-perusahaan yang ada di Kabupaten Cirebon, sehingga tingkat kemiskinan dapat terus menurun,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengingatkan pekerja/buruh dan pengusaha agar tidak berhenti pada hubungan…
MONITOR, Serang - Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian…
MONITOR, Jakarta – Momentum libur panjang Wafat dan Kebangkitan Yesus Kristus (Paskah) mendorong peningkatan signifikan volume…
MONITOR - Pakar kelautan sekaligus tokoh nasional, Prof Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa pangan bukan sekadar…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendukung pelayaran muhibah KRI Bima…
MONITOR, Jakarta – Aksi kemanusiaan berskala nasional yang digelar Wanita TNI bersama Dharma Pertiwi berhasil mencetak…