NASIONAL

Ini Tujuan Program Kota Wakaf dan Pemberdayaan Masyarakat di Cirebon

MONITOR, Jakarta – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama meluncurkan Kota Wakaf dan Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zakat dan Wakaf di Cirebon. Acara berlangsung di Gedung Nyimas Gandasari, Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (6/11/2025).

Program tersebut bertujuan memperkuat ekosistem zakat dan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat di tingkat daerah. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad, mengatakan, program ini merupakan wujud konkret komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan potensi zakat dan wakaf untuk kesejahteraan masyarakat.

“Zakat dan wakaf bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga kekuatan sosial yang dapat membangun kemandirian ekonomi umat,” ujarnya.

Menurut Abu Rokhmad, Kemenag terus memperkuat tata kelola zakat dan wakaf melalui regulasi, pembinaan, serta kolaborasi lintas lembaga. Ia menjelaskan, PMA Nomor 16 Tahun 2025 menjadi payung hukum sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pengelolaan zakat dan wakaf yang profesional, transparan, dan produktif.

“Program ini kami arahkan agar zakat dan wakaf benar-benar berkontribusi terhadap pembangunan sosial ekonomi di akar rumput. Dengan sinergi bersama pemerintah daerah, BAZNAS, dan lembaga wakaf, manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Abu Rokhmad juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Cirebon dan BAZNAS setempat yang telah aktif mendukung gerakan zakat dan wakaf produktif. “Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat diterjemahkan dalam kerja sosial yang berdampak,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono, menjelaskan, peluncuran program tersebut juga merupakan bagian dari program nasional penguatan ekosistem zakat dan wakaf yang dilaksanakan secara terpadu di berbagai daerah. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat koordinasi antara Kemenag, BAZNAS, dan lembaga wakaf dalam satu kerangka besar pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Menurut Waryono, pendekatan program didesain berbasis potensi lokal agar setiap daerah dapat mengembangkan model zakat dan wakaf produktif sesuai karakteristik masyarakatnya. “Cirebon kami pilih karena memiliki potensi besar dalam gerakan zakat dan wakaf, serta masyarakatnya dikenal religius dan memiliki semangat gotong royong tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, dalam kegiatan tersebut juga diserahkan sejumlah bantuan simbolis sebagai bentuk nyata komitmen pemberdayaan umat. “Ada bantuan IWP (Inkubasi Wakaf Produktif), santunan anak yatim Kemenag, mushaf Al-Qur’an, sertifikat tanah wakaf, bantuan sanitasi dari BAZNAS Kabupaten Cirebon, stimulus beasiswa bagi 2.412 siswa, serta beasiswa santri berprestasi dari Kaziswa Qi Thorul Barokah,” paparnya.

Selain itu, juga diserahkan bantuan penguatan UMKM dari BSI Maslahat, santunan anak yatim dari Rumah Zakat, serta bantuan mushaf Al-Qur’an dari Lembaga Wakaf Al-Bahjah.

Waryono menyebut, berbagai bantuan tersebut tidak sekadar bersifat konsumtif, tetapi juga menjadi stimulus untuk menumbuhkan gerakan ekonomi keagamaan yang berkelanjutan.

“Kami ingin zakat dan wakaf menjadi motor penggerak perubahan sosial dan ekonomi umat, bukan sekadar instrumen bantuan,” tegasnya.

Bupati Cirebon, Imron, menyampaikan apresiasi atas langkah Kementerian Agama yang menggagas program ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting dalam memperkuat peran zakat dan wakaf bagi kesejahteraan masyarakat.

“Pemkab Cirebon siap bersinergi dengan Kemenag untuk mengoptimalkan potensi zakat dan wakaf. Dengan pengelolaan yang baik, keduanya bisa menjadi pilar penting pembangunan ekonomi umat,” kata Imron.

Imron juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memberikan dukungan kebijakan dan koordinasi agar program berjalan efektif dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat bawah.

“Program ini sejalan dengan semangat kami membangun Cirebon yang religius, sejahtera, dan berdaya saing,” tambahnya.

Recent Posts

745 Ribu Kendaraan Melintas di Tol Nusantara Saat Libur Paskah 2026

MONITOR, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division (JNT)…

9 jam yang lalu

Wamen UMKM Sebut Kewirausahaan Jadi Kunci Keberhasilan Hadapi Puncak Demografi

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menegaskan penguatan…

11 jam yang lalu

1,7 Juta Siswa Madrasah dan Santri Ikuti AN-TKA 2026, Kemenag Dorong Transformasi Evaluasi Pendidikan Islam

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) resmi menggelar Asesmen Nasional (AN) yang terintegrasi dengan Tes Kompetensi…

12 jam yang lalu

Monitoring Kebun Jagung Kemitraan GNTI, Persiapan Panen Raya 1.500 Hektare

MONITOR, Pesawaran - Tim program kemitraan Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) melaksanakan kegiatan monitoring kebun…

14 jam yang lalu

69 Ribu Santri Ikuti UAN PKPPS 2025/2026, Kemenag Tekankan Integritas dan Transformasi Digital

MONITOR, Jakarta - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama mulai melaksanakan Ujian Akhir Nasional (UAN)…

15 jam yang lalu

Maxim Perluas Program Penghargaan Pengemudi, Dorong Kualitas Layanan Transportasi Online

MONITOR, Jakarta — Platform transportasi online Maxim terus memperkuat program penghargaan bagi mitra pengemudi terbaik…

15 jam yang lalu