PARLEMEN

Komisi X DPR Khawatir Penutupan Tujuh SD di Aceh Berpotensi Tingkatkan Angka Putus Sekolah

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menyoroti rencana Pemerintah Kabupaten Aceh Barat yang akan menutup tujuh sekolah dasar (SD) akibat jumlah murid dan guru yang minim. Menurutnya, rencana ini merupakan masalah serius yang mengancam pemenuhan hak pendidikan anak di daerah pedalaman.

“Data lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Di SDN Paya Baro, anak-anak menangis cemas menghadapi kemungkinan menempuh jarak lima kilometer ke sekolah terdekat,” kata Lalu Hadrian Irfani, Jumat (26/9/2025).

“Di SDN Cot Buloh, ruang kelas tak layak dan murid kelas I terpaksa belajar di gudang karena keterbatasan fasilitas,” sambungnya.

Seperti diketahui, SDN Paya Baro masuk dalam wacana penutupan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat karena jumlah siswa yang sedikit. Desa Paya Baro sendiri merupakan desa paling ujung di Kecamatan Meureubo. SDN Paya Baro adalah satu dari 7 sekolah yang rencanannya akan ditutup.

Dinas Pendidikan Aceh Barat tengah membentuk tim khusus untuk melakukan kajian akademik sebelum memutuskan menutup 7 sekolah tersebut.

Menanggapi langkah Pemkab Aceh Barat, Lalu menegaskan pendidikan adalah hak dasar yang diamanatkan oleh konstitusi. Jika sekolah ditutup, ia khawatir hal itu akan meningkatkan angka putus sekolah.

“Pendidikan dasar adalah hak konstitusional setiap anak. Penutupan sekolah tanpa skema pengganti yang memadai berpotensi meningkatkan angka putus sekolah, memperberat beban anak, dan melemahkan kualitas pembelajaran,” tutur Lalu.

Lalu menambahkan, fakta beberapa sekolah seperti SDN Paya Baro yang menunjukkan peningkatan jumlah murid, menandakan masih ada potensi perbaikan jika didukung kebijakan dan fasilitas yang tepat.

“Kami dari Komisi X DPR RI mendorong pemerintah daerah dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mencari solusi alternatif sebelum menutup sekolah,” tegasnya.

Pimpinan Komisi Pendidikan DPR itu pun memberikan sejumlah saran yang bisa menjadi pendekatan bagi Pemda dalam mengambil keputusan terkait wacana penutupan sekolah. Seperti, kata Lalu, penggabungan sekolah dengan sistem satelit.

“Bisa juga dipertimbangkan penambahan guru kontrak, serta peningkatan sarana-prasarana agar sekolah kecil tetap dapat berfungsi. Penempatan ulang guru juga harus dijamin agar tidak menganggur akibat penutupan,” terangnya.

Menurut Lalu, penerapan standar pendidikan di daerah pedalaman membutuhkan pendekatan yang berbeda.

“Penerapan standar nasional pendidikan tidak boleh kaku di daerah pedalaman. Tantangan geografis, infrastruktur, dan ekonomi harus menjadi pertimbangan utama,” sebut Lalu.

“Penutupan sekolah seharusnya menjadi opsi terakhir setelah upaya perbaikan fasilitas, insentif bagi guru, dan penguatan partisipasi masyarakat dilakukan,” lanjutnya.

Di sisi lain, Lalu menekankan investasi pada sekolah kecil di pelosok bukan sekadar menyediakan ruang belajar, tetapi juga menjaga keadilan sosial dan memastikan kesempatan pendidikan yang merata.

“DPR menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menyiapkan anggaran afirmatif yang memungkinkan setiap anak, dari Sabang hingga Merauke, memperoleh pendidikan yang dekat, aman, dan layak,” papar Lalu.

“Keputusan apapun terkait penutupan sekolah harus selalu mengutamakan kepentingan terbaik bagi murid, sekaligus memastikan guru tetap menjalankan peran strategisnya sebagai pendidik bangsa,” pungkasnya.

Recent Posts

Kemenhaj Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Libatkan UMKM

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi…

45 menit yang lalu

Wujudkan Religiusitas yang Socially Impactful di Bulan Ramadan, Diktis Kemenag Salurkan Santunan untuk Yatim Piatu

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama…

2 jam yang lalu

Kemenag Tantang Rohis Warnai Medsos dengan Konten Islami Positif

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mengajak santri Rohani Islam (Rohis) untuk mewarnai media sosial dengan…

6 jam yang lalu

Pecahkan Rekor 14 Tahun, Pertumbuhan Industri 2025 Lampaui Ekonomi Nasional

MONITOR, Jakarta - Sektor industri pengolahan nasional terus memperkokoh perannya sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.…

9 jam yang lalu

Wamenag Targetkan Wajah Baru KUA Jakarta yang Lebih Modern di 2027

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafii, hari ini menggelar pertemuan dengan…

12 jam yang lalu

BINA Lebaran 2026, Diskon Hingga 80 Persen di 400 Mal Seluruh Indonesia!

MONITOR, Jakarta - Pemerintah bersama pelaku usaha meluncurkan Program Belanja di Indonesia Aja (BINA)  Lebaran…

15 jam yang lalu