BERITA

Tutup Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah, Menteri PPPA Tekankan Pondasi Agama dan Budi Pekerti

MONITOR, Banten – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, menyampaikan keynote speech penuh makna dalam penutupan Tanwir II Nasyiatul Aisyiyah yang digelar di Serang, Banten, Sabtu (6/9/2025). Dalam pidatonya, Arifatul menekankan pentingnya peran perempuan dalam menanamkan pondasi agama, akhlakul karimah, dan budi pekerti kepada generasi bangsa.

Ia menegaskan bahwa kebanggaan orang tua tidak boleh berhenti pada capaian akademik anak semata. Lebih dari itu, orang tua harus memastikan nilai-nilai agama dan akhlak menjadi prioritas utama dalam pendidikan keluarga.

“Nasyiatul Aisyiyah punya peran yang sangat luar biasa mengingatkan kembali bahwa ketika kita merayu anak kita, mendiamkan anak kita yang sedang rewel, maka di situ dosa-dosa kita digugurkan. Hari ini, banyak ibu-ibu yang hanya bangga ketika anaknya berprestasi secara akademik. Okey, itu bagus. Tetapi pondasi agama, akhlakul karimah dan budi pekerti ini harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Arifatul juga mengajak para kader Nasyiatul Aisyiyah untuk terus menguatkan kesadaran perempuan, calon ibu, maupun calon bapak tentang pentingnya pondasi pendidikan keluarga berbasis agama dan akhlak.

“Ayo kita ingatkan kembali ibu-ibu, calon ibu, calon bapak, bagaimana menjadi ibu yang baik. Pondasinya adalah agama dan akhlakul karimah budi pekerti. Maka Nasyiatul Aisyiyah, ‘Aisyiyah, punya peran yang sangat luar biasa untuk menyampaikan kembali kepada seluruh anggota,” jelasnya.

Lebih jauh, Menteri PPPA menekankan bahwa penyelesaian persoalan perempuan dan anak tidak bisa semata-mata berbasis program formalistik. Ia mengingatkan bahwa program harus dijalankan dengan keikhlasan, agar benar-benar menyentuh hati penerima manfaat.

“Menyelesaikan persoalan perempuan dan anak bukan sebatas program, tetapi harus berangkat dari hati dan keikhlasan. Kalau berangkatnya hanya sekadar program, ketika program selesai mungkin dampaknya tidak akan sampai ke hati. Tetapi kita melaksanakan program ikhlas dan berangkat dari hati, maka yang menerima juga akan menerima dengan hati,” tegasnya.

Arifatul pun menutup keynote speech-nya dengan ajakan sinergi. Ia berharap Nasyiatul Aisyiyah terus menjadi mitra strategis Kementerian PPPA dalam menghadapi tantangan perempuan dan anak di Indonesia.

“Kami berharap kolaborasi dan sinergi antara Nasyiatul Aisyiyah dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bisa terus terjalin untuk menyelesaikan persoalan yang kita hadapi bersama,” pungkasnya.

Recent Posts

Jemaah Haji Indonesia Diimbau Lakukan Pembayaran Dam melalui Jalur Resmi Saudi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pembayaran dam…

3 jam yang lalu

Kemnaker Siapkan Pelatihan Berbasis AI bagi 3.100 Pemuda di Padang

MONITOR, Padang — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pelatihan berbasis AI…

22 jam yang lalu

Kementan Dukung BUMN Bangun Farm GPS Broiler di Malang, Industri Perunggasan Nasional Makin Kuat

MONITOR, Malang — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus…

1 hari yang lalu

Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Umat Perkuat Harmoni dan Semangat Kebersamaan

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan selamat memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus…

2 hari yang lalu

Jazuli Usulkan Sejumlah Penguatan Substansi dalam RUU Satu Data Indonesia

MONITOR, Jakarta - Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia (SDI)…

2 hari yang lalu

Presiden Prabowo Instruksikan Penurunan Suku Bunga PNM Mekaar Hingga di Bawah 9 Persen

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM)…

2 hari yang lalu