AICIS+ 2025 (dok: kemenag)
MONITOR, Jakarta – The 24th Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) atau Konferensi Internasional Tahunan ke-24 tentang Islam, Sains, dan Masyarakat, yang akan diselenggarakan pada 29–31 Oktober 2025 di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok, telah mengumumkan hasil seleksi abstrak.
Panitia Penyelenggara telah menerima 2.434 abstrak dari berbagai sub-tema. Ini mencerminkan minat global yang tinggi terhadap AICIS+ 2025.
Setelah melalui proses peninjauan yang ketat, hanya 234 abstrak yang berhasil lolos ke tahap selanjutnya dan akan dipresentasikan dalam sesi Open Panel. Sila klik: Daftar Abstrak Terpilih pada AICIS+ 2025
Peserta terpilih diwajibkan mengirimkan naskah lengkap paling lambat 2 Oktober 2025 sesuai dengan pedoman penulisan AICIS+ 2025. Peserta yang tidak menyerahkan naskah sesuai tenggat waktu akan didiskualifikasi dari program.
“Segala keputusan yang dibuat oleh Panitia Penyelenggara bersifat final, dan pembaruan resmi akan terus disampaikan melalui situs web AICIS+, kanal media sosial UIII, serta Kementerian Agama Republik Indonesia,” ujar Ketua Steering Committee AICIS+, Amsal Bakhtiar, di Kampus UIII, Rabu (3/9/2025).
AICIS+ 2025 diharapkan dapat mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai belahan dunia untuk mengeksplorasi keterhubungan antara Islam, sains, dan masyarakat, sekaligus mendorong dialog mengenai isu-isu kontemporer dan solusi inovatif.
Untuk informasi lebih lanjut, peserta dapat menghubungi sekretariat AICIS+ melalui email aicis@uiii.ac.id.
MONITOR, Kepulauan Nias - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat…
MONITOR, Tangerang Selatan - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Suwendi, M.Ag., menegaskan…
MONITOR, Jakarta - Momentum Hari Santri Nasional 2026 harus menjadi pengingat bahwa santri tidak hanya…
MONITOR, SLEMAN - Lahan yang sebelumnya kurang produktif di Dusun Manggunan, Kalurahan Caturharjo, Sleman, mulai…
MONITOR, SEMARANG - Akuakultur atau budi daya perairan berpotensi menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan…
MONITOR, Sumatera — Bencana tidak hanya berdampak pada rumah dan lahan warga, tetapi juga pada…