NASIONAL

Anis Matta Ajak Muhammadiyah Bantu Pemerintah Hadapi Masalah Bangsa

NONITOR, Jakarta – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI sekaligus Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menggelar dialog dan silaturahmi dengan Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah, Sulawesi Utara (Sulut) pada Minggu (31/8/2025).

Anis Matta mengatakan, bangsa Indonesia sedang menghadapi tahun-tahun yang berat, sama seperti yang dialami berbagai negara di dunia. 

“Hampir seluruh negara tengah dilanda konflik militer. Kita sedang memasuki tahun-tahun yang berat di berbagai negara di dunia. Ini kejadian yang merata. Keadaan sedang susah,” ungkap Anis Matta.

Menurut dia, penyebabnya adalah terdapat krisis yang kebanyakan orang tidak memahaminya. “Tidak paham dengan apa yang sedang terjadi. Padahal ini sangat rumit,” tegasnya. 

Dua krisis tersebut, adalah krisis sistem yang merupakan akumulasi dari 30 tahun ini, dimana neofeodal menguasai dunia, dan krisis ekonomi.

“Tidak ada pemimpin yang bisa menyelesaikan masalah dengan sim-salabim selesai. Ada proses, dan itu butuh waktu,” ujarnya. 

Untuk itu, Anis Matta berharap Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia, bisa membantu pemerintah dengan upaya mendewasakan umat. 

“Umat Islam mayoritas di Indonesia, dan Muhammadiyah adalah salah satu yang terbesar di dalamnya. Maka Muhammadiyah bertanggung jawab menavigasi bangsa ini,” tegasnya lagi. 

Pada sisi lain, Anis Matta juga mengimbau warga Muhammadiyah untuk tidak menjustifikasi secara personal penyebab masalah bangsa.

Ketua PW Muhammadiyah Sulut Masrur mengatakan, melalui dialog ini warga Muhammadiyah di Sulut mendapatkan pemahaman yang jelas dan benderang terang tentang kondisi bangsa saat ini.

“Bagi warga Muhammadiyah Pak Anis Matta tidak asing, karena beliau merupakan Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Kota Makassar. Kita mendapatkan pemahaman yang jelas dan terang tentang kondisi bangsa saat ini,” kata Masrur.

Sebelumnya, Wamenlu RI Anis Matta juga menggelar dialog dan silaturahmi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut dan beberapa organisasi masyarakat (ormas) Islam, sebelum menghadiri acara Dzikir Akbar Kemerdekaan II HUT ke-80 RI yang di Manado, Sabtu (30/8/2025) malam.

“Saya bersilaturahim dengan Ketua MUI Sulawesi Utara KH Abdul Wahab Abdul Gafur. Kami berdiskusi tentang Dunia Islam sesuai dengan tupoksi saya di Kementerian Luar Negeri, tak terkecuali soal Palestina,” kata Anis Matta.

Ketua Umum Partai Gelora ini mengaku berdiskusi mengenai peran ulama bagi umat dalam situasi saat ini, terutama di tengah eskalasi konflik baik di dunia maupun di dalam negeri.

“Para ulama melakukan peran yang ingin saya sebut sebagai tarsyidul ummah. Yaitu mendewasakan umat dalam situasi konflik dunia saat ini, termasuk  yang terjadi negeri kita sendiri, terutama di hari-hari terakhir ini,” pungkasnya.

Recent Posts

Hadapi Curah Hujan Tinggi, Jasamarga Transjawa Tol Perkuat Inspeksi dan Pemeliharaan Jalan Tol Jakarta–Cikampek

MONITOR, Cikampek – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keselamatan dan…

36 menit yang lalu

Ribuan Buruh Demo di Jakarta, Pengendara Diimbau Hindari Jalur Ini

MONITOR, Jakarta - Ribuan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh menggelar demonstrasi pada…

52 menit yang lalu

Tinjau Diklat PPIH, Menhaj: Tidak Ada Kata Gagal dalam Haji 2026

MONITOR, Jakarta - Petugas haji merupakan ujung tombak utama dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji…

3 jam yang lalu

Jelang Imlek 2026, KKP Prediksi Ekspor Ikan ke Korsel dan Taiwan Meningkat

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan memprediksi ekspor perikanan ke Taiwan dan Korea Selatan…

4 jam yang lalu

Exit Meeting BPK, Kemenag Optimistis Pertahankan Opini WTP

MONITOR, Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa rangkaian pemeriksaan keuangan oleh…

7 jam yang lalu

Kasus Fitnah Penjual Es Gabus, DPR Desak Sanksi Tegas dan Pemulihan Nama Korban

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, menegaskan bahwa penyelesaian kasus dugaan fitnah…

14 jam yang lalu