Sabtu, 30 Agustus, 2025

Kemenag Imbau Civitas Akademika PTK dan Ma’had Aly Manfaatkan Dana Riset LPDP

MONITOR, Tulungagung – Kementerian Agama melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama Dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA), Setjen Kementerian Agama RI menghimbau kepada civitas akademika Perguruan Tinggi Keagamaan dan Ma’had Aly untuk memanfaatkan dana riset kolaboratif Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Hal itu dikatakan Kepala PUSPENMA Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Ruchman Basori saat melakukan sosialisasi Mora the Air Funds 2025 di UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung, pada Jumat, (29/08) di Ruang Sidang Lantai 3.

Mora the Air Funds, merupakan program Riset Indonesia Bangkit Kolaborasi Kementerian Agama Dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI, dikalangan Kemenag untuk para dosen Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) dan Ma’had Aly.

Program ini secara operasional pendanaan, ditangani oleh PUSPENMA dan secara kebijakan riset oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. “Selain menangani Program Indonesia Pintar (PIP) pada Pendidikan Dasar Dan Menengah Keagamaan, Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah), Bantuan beasiswa non gelar dan insvestasi dan pembiayaan pendidikan, Puspenma juga menangani Bantuan Riset Kolaboratif (MoRA The Air Funds).

- Advertisement -

Dihadapan pimpinan UIN SATU Tulungagung dan para dosen, Ruchman Basori menyampaikan tujuan Mora the Air Funds, yaitu meningkatkan pengembangan kualitas sumber daya riset yang inovatif dan kontributif bagi keilmuan, masyarakat dan daya saing bangsa; “Meningkatkan dan mengembangkan keilmuan pada Perguruan Tinggi Keagamaan, berbasis riset, sehingga lebih inovatif dan berdampak pada kehidupan masyarakat dan kebangsaan”, juga tujuan lainnya terang Ruchman yang juga Alumni UIN Walisongo.

Tujuan yang tak kalah pentingnya dari MoRA The Air Funds lanjut Aktivis Mahasiswa 1998 ini adalah untuk memperbanyak hasil riset dalam bentuk hak kekayaan intelektual, publikasi ilmiah buku oleh penerbit internasional, publikasi jurnal ilmiah bereputasi internasional, dan produk/teknologi/model yang dapat dihilirisasi, bekerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri (dudi) yang berdampak nyata secara ekonomi dan sosial;

Ada empat tema central Mora the Air Funds, yaitu sosial humaniora, ekonomi dan lingkungan, kebijakan layanan pendidikan dan Keagamaan, dengan maksimal anggaran Rp. 500.000.000,- (limaratus juta rupiah) dan tema sains dan teknologi dengan maksimal anggaran 2.000.000.000 (dua milyard rupiah).

Rektor UIN SATU Tulungagung Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag menyambut baik program riset kolaboratif MoRA The Air Fund PUSPENMA. “Program MoRA The Air Fund merupakan program strategis, para dosen harus memanfaatkan dana riset ini, untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas riset“, katanya.

“Dosen-dosen UIN SATU, insya Alloh siap berkolaborasi memanfaatkan karena ini kesempatan emas di tengah anggaran riset yang selama ini sangat terbatas”, kata Abdul Aziz.

Nara sumber lain menyampaikan sosialisasi adalah Ketua Tim Kerja yang Menangani Kerjasama Kelembagaan PUSPENMA Hendro Dwi Antoro menyampaikan syarat-syarat periset utama Adalah (1). Warga Negara Indonesia, (2). Berasal dari perguruan tinggi keagamaan (PTK), Memiliki rekam jejak akademik baik; (3). Memiliki kualifikasi akademik doktor (S3) dengan jenjang kepangkatan paling rendah Lektor; (4). Memiliki sinta score overall minimal 50 (lima puluh) dan (5). Diutamakan berkolaborasi dengan periset dari perguruan tinggi dalam dan/atau luar negeri, yang masuk peringkat 500 dunia berdasarkan qs world university rankings.

Sementara untuk Periset Utama bagi dosen Ma’had Aly Adalah (1). WNI; (2). Rekam jejak akademik baik; Memiliki kualifikasi akademik minimal magister (S2) Surat Keputusan pengangkatan dosen yang dikeluarkan oleh Mudir Ma’had Aly, dan pakta integritas, Mendapatkan rekomendasi dari majelis masyayikh dan Memiliki karya akademik sesuai takhassus keilmuan ma’had aly dan berbahasa arab;

Ketua LP2M Prof. Dr. Ngainun Naim, M.Ag berkomitmen agar para dosen periset yang berada dibawah kewenangannya untuk ikut ambil bagian dalam riset kolaboratif yang keren ini. “Kami akan segera sosialisasi dan ajak para dosen untuk segera menulis proposal sesuai pedoman dan Juknis MoRA The Air Fund”, kata Ngainun.

PUSPENMA akan membuka pendaftaran MoRA The Air Fund Tahun 2025 pada awal September untuk menjaring periset-periset, tidak hanya dari kalangan PTKI, tetapi juga PTK pada Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu dan juga entitas Ma’had Aly.

Anggaran yang disiapkan untuk tahun 2025 adalah 50 milyard dan tahun 2026 50 milyadr. Sebelumnya pada tahun 2024 juga 50 milyard.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER