PEMERINTAHAN

Menag Dorong Sertifikasi Profesi Jabatan Fungsional dan Kesejahteraan ASN di Kemenag

MONITOR, Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong peningkatan sertifikasi profesi di bidang keagamaan sebagai bagian dari penguatan jabatan fungsional dan peningkatan kesejahteraan ASN. Hal ini disampaikan Menag saat memimpin rapat internal bersama pejabat dan staf ahli di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta Pusat, Selasa (15/07/2025).

“Sertifikasi profesi menjadi kebutuhan penting dalam mendukung jenjang karir jabatan fungsional, seperti guru, peneliti, penyuluh agama, penghulu, dan lainnya. Dengan adanya sertifikasi, diharapkan kesejahteraan mereka juga meningkat,” tegas Menag.

Saat ini, terdapat lima profesi di bidang keagamaan yang telah mendapat lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), yaitu: Pembimbing Haji dan Umrah (dengan 237 peserta terdaftar), Manajer Bidang Operasional Zakat, Supervisor Pengumpulan Zakat, Penyelia Halal, dan Juru Sembelih Halal (yang dapat diakses secara gratis).

Beberapa skema tambahan juga sedang diajukan, antara lain untuk profesi auditor halal, nazhir wakaf, pengawas syariah, manajer pondok pesantren, hingga guru agama.

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga menekankan perlunya penguatan ekoteologi melalui kerja sama lintas kementerian dan lembaga. “Kita perlu segera menjalin MoU dengan kementerian atau lembaga yang memiliki program terkait pelestarian alam,” ujarnya.

“Sebagai contoh, Kementerian Agama bisa bersinergi dengan Kemendikdasmen untuk mengembangkan kurikulum yang menanamkan nilai cinta lingkungan dan ekoteologi sejak dini,” imbuhnya.

Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, menambahkan bahwa saat ini tengah disusun naskah akademik dan kurikulum deep learning untuk ekoteologi dan kurikulum cinta, serta penyusunan tafsir tematik bertema ekoteologi.

Adapun dalam penguatan moderasi beragama, Kemenag tengah mempersiapkan peluncuran early warning system untuk mendeteksi secara dini dinamika isu keagamaan di masyarakat.

“Jika muncul isu intoleransi seperti yang terjadi akhir-akhir ini, kita perlu membentuk satuan tugas khusus yang responsif dan siap menangani secara cepat,” pungkas Menag.

Recent Posts

GMI Soroti Spanduk Penolakan Rencana Safari Politik Jokowi ke Lebak

MONITOR, Lebak – Rencana kunjungan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), ke Kabupaten Lebak memunculkan…

5 menit yang lalu

Kemenag Imbau Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan Datang Lebih Awal

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama selaku penanggung jawab penyelenggaraan dan Doa Kebangsaan pada Sabtu, 1 Agustus…

3 jam yang lalu

Perkuat Kompetensi Pekerja, Kemnaker Ajak Perusahaan Manfaatkan Insentif Pajak Super Tax Deduction

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengajak perusahaan memanfaatkan insentif pajak Super Tax Deduction (STD)…

5 jam yang lalu

Jasa Marga Perluas Akses Pasar UMKM Binaan untuk Wujudkan Produk Lokal Go Internasional

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro,…

5 jam yang lalu

Kemenag Sediakan Layanan Kesehatan selama Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas

MONITOR, Jakarta - Masyarakat yang akan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Monas, Jakarta,…

5 jam yang lalu

Dukung Larangan Dapur SPPG Pakai Barang Subsidi, Legislator Minta Kualitas Layanan MBG Tetap Terjaga

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher mendukung kebijakan Badan Gizi…

12 jam yang lalu