PEMERINTAHAN

Kemenag Akan Selesaikan Tunggakan Jasa Profesi Penghulu Pada Awal 2025

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) akan menyelesaikan tunggakan Jasa Profesi (Jaspro) Penghulu tahun 2024 sebesar Rp18,33 miliar pada awal 2025. Dari jumlah tersebut, Rp14,3 miliar dengan nilai tunggakan di bawah Rp200 juta ditargetkan lunas pada triwulan I, sementara sisanya yang melebihi Rp200 juta akan diselesaikan pada semester I tahun 2025.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam), Muhammad Adib menjelaskan, Kemenag telah mengalokasikan anggaran untuk membayar tunggakan dana Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tahun 2024. “Kami sudah mengalokasikan anggaran untuk tunggakan dana PNBP tahun 2024 yang rencananya akan diselesaikan awal tahun ini. Selain itu, pembayaran Jasa Profesi dan Transport (JPT) Penghulu untuk Januari dan Februari 2025 juga akan dibayarkan,” ujarnya di Jakarta, Senin (17/3/2025).

Adib merinci bahwa tunggakan per tagihan dengan nilai hingga Rp200 juta dapat dicairkan hanya dengan surat pernyataan dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Sementara itu, tagihan dengan nilai antara Rp200 juta hingga Rp2 miliar harus melampirkan hasil reviu dari Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Selain itu, tagihan di atas Rp2 miliar memerlukan hasil reviu atau audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Pembayaran tunggakan ini akan dilakukan melalui mekanisme revisi pergeseran anggaran. Proses ini mengacu pada Pasal 150 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62 Tahun 2023 tentang Perencanaan Anggaran, Pelaksanaan Anggaran, serta Akuntansi dan Pelaporan Keuangan. Dengan demikian, seluruh prosedur pembayaran tetap mengikuti regulasi yang berlaku.

Sebanyak 14 satuan kerja memiliki tunggakan di atas Rp200 juta. Oleh karena itu, proses pencairan untuk Satker tersebut harus menunggu hasil reviu dari APIP sebelum dana dapat dicairkan. “Kami memastikan bahwa seluruh proses ini berjalan sesuai aturan agar tidak ada kendala administrasi,” kata Adib.

Kemenag juga melakukan inovasi dalam mekanisme pencairan dengan menerapkan sistem satu pintu melalui aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH). Dengan sistem ini, seluruh administrasi pencairan harus diunggah melalui aplikasi tersebut.

Langkah digitalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses pembayaran Jasa Profesi Penghulu. Selain itu, sistem ini juga diharapkan dapat mempercepat pencairan dana sehingga tidak terjadi keterlambatan seperti tahun sebelumnya.

“Kami berharap dengan penerapan SIMKAH, proses administrasi lebih tertata dan transparan. Ke depan, kami akan terus melakukan evaluasi agar layanan kepada penghulu semakin baik,” tutup Adib.

Recent Posts

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Segera Cair, Ini Jadwal Pengajuannya

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) mulai memproses penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah…

20 jam yang lalu

Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri

MONITOR, Cikarang – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong Asosiasi Pengusaha Pengelasan Indonesia…

21 jam yang lalu

Kemnaker Transformasi Balai K3 Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kecelakaan Kerja

MONITOR, Bandung – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan mentransformasi Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di…

23 jam yang lalu

Jasa Marga Sabet Dua Penghargaan PR di Indonesia Public Relations Summit 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali meraih pengakuan nasional atas implementasi strategi komunikasi…

23 jam yang lalu

Alsintan Gerakan Ekonomi Desa, Kaum Muda Mulai Lirik Pertanian

MONITOR, Serang - Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian tidak hanya mendorong…

23 jam yang lalu

Survei IPO: Prabowo Masih Pimpin Elektabilitas Capres, AHY Cawapres

MONITOR, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto masih menjadi tokoh yang paling banyak dipilih masyarakat apabila…

24 jam yang lalu