PENDIDIKAN

Itjen Kemenag Dorong Penguatan MDT Berbasis Masyarakat

MONITOR, Pemalang – Kepercayaan masyarakat kepada Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), masih sangat tinggi, namun dalam hal pembiayaan, harus terus diperjuangkan, agar tetap eksis di tengah persaingan.

Hal itu dikatakan Inspektur Wilayah II, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Ruchman Basori, saat mengunjungi Madrasah Diniyah Takmiliyah Nurul Sholihah, di Taman, Kab. Pemalang, pada Senin (26/08).

“MDT Nurul Sholihah adalah contoh (best practices) bagaimana partisipasi masyarakat terbangun dan memiliki tanah wakaf seluas 2 Ha yang dimanfaatkan untuk bisyaroh para ustadz dan operasional pendidikan”, terang Ruchman.

Doktor Manajemen Kependidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini menambahkan, MDT menjadi pendidikan alternatif untuk mendidik karakter, membekali kemampuan keagamaan praktis santri di tengah keterbatasan pendidikan formal untuk tafaqquh fiddin.

Kepala MDT Nurul Sholihah Rahudi menuturkan bahwa para santri diniyah yang kurang mampu dan tidak rajin membayar bisyarah, bisa ditangani dengan pengelolaan tanah wakaf berupa sawah.

Kamad berkisah bahwa MDT-nya sampai saat ini belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah, tetapi alhamdulillah tetap eksis, dengan bangunan yang bagus, para ustadz yang rajin mengajar dan jumlah santri yang relative banyak mencapai 270 santri aktif.

Tim Evaluasi Pendidikan Non Formal Itjen Kemenag turun ke Kabupaten Pemalang untuk melihat dari dekat, memberikan review dan evaluasi atas penyelenggaraan pendidikan non formal seperti Pondok Pesantren, Wajardikdas Salafiyah, Pendidikan Diniyah Formal (PDF), Ma’had Aly, dan terkhusus Madrasah Diniyah Takmiliyah.

Sebelum meninjau MDT Nurul Sholihah, dilakukan Entry Meeting oleh Tim Evaluasi PNF Itjen yang terdiri dari Pengendali Teknis Harnoko, Ketua Tim Deden Suhendar, dan Anggota TIM Ryan Hidayat dan M.H. Armadhani.

Tim diterima langsung oleh Kepala Kankemenag Kabupaten Pemalang, Drs. Roziqun, Kasi Pdpontren Drs. Hanif, JFU Pdpontren dan Beberapa Pengurus MDT di Kab. Pemalang. Evaluasi dilaksanakan pada 4 Madrasah Diniyah Takmiliyah di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Pemalang, selama 7 hari, dari tanggal 25-31 Agustus 2024.

Pengendali Teknis Itwil IV Itjen Kemenag Harnoko mengatakan tujuan dari evaluasi program pendidikan non formal adalah untuk memastikan efektivitas, efisiensi, keberlanjutan dan kualitas penyelenggaraan pendidikan non formal MDT.

Sementara Ketua Tim Deden Suhendar mengatakan evaluasi dilaksanakan melalui serangkaian proses seperti pengumpulan data, analisis, penilaian, dan penyusunan rekomendasi perbaikan jika ditemukan temuan atau permasalahan dalam pelaksanaan program pendidikan non formal di Kemenag Kabupaten Pemalang.

Keempat MDT yang akan dikunjungi adalah MDT Nurul Sholihah, MDT Salafiyah Randudongkal, MDT Salafiyah Kauman, dan MDT Al Khairiyah.

Recent Posts

Menag Dorong Ormas Agama Perkuat Ekonomi Syariah dan Sosial

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong ormas keagamaan untuk memperkuat peran dalam pengembangan…

49 menit yang lalu

DPR RI Kecam Keras Agresi Militer Israel-Amerika Terhadap Wilayah Iran

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengecam keras agresi militer yang…

6 jam yang lalu

Mendag Tegaskan Harga Bapok Stabil dan Pasokan Terjaga Jelang Idulfitri

MONITOR, Jakarta - Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, harga barang kebutuhan pokok (bapok) secara nasional…

9 jam yang lalu

Menag Pastikan Pelayanan Mudik Saat Nyepi dan Idulfitri Aman

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menjelaskan sejumlah agenda strategis Kementerian Agama dalam mendukung…

11 jam yang lalu

DPR: Waspadai Dampak Ekonomi Konflik Iran bagi Indonesia

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Sarifah Ainun Jariyah, menilai serangan yang dilakukan…

13 jam yang lalu

Dukung Inklusi, Kemensos Beri Bantuan Al-Qur’an Braille di PTQ RRI

MONITOR, Jakarta - Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Wyata Guna Bandung menyerahkan 30 mushaf…

15 jam yang lalu