Tanaman Pangan

Presiden dan Mentan Bagikan Pompa, Petani Bantaeng Sambut Positif

MONITOR, Jakarta – Petani Kabupaten Bantaeng menyambut positif bantuan pompa air dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan produksi pangan, khususnya padi. Saat meninjau penggunaan pompa di Desa Layoa, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, Presiden Jokowi yang didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Mentan Amran)menekankan pentingnya pemanfaatan pompanisasi untuk meningkatkan indeks pertanaman.

Ketua Kelompok Tani Harapan, Desa Layoa, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, Abdul Wahab, mengaku senang akan adanya program pompanisasi ini. Menurutnya, bantuan ini datang disaat yang tepat dan akan berdampak positif pada produktivitas petani diwilayahnya.

“Saya berterima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pertanian, karena selama ini kami tanam disini hanya satu kali, itupun biasa gagal Panen, Insyaallah adanya pompanisasi ini bisa 2 kali, dan bisa meningkat hasil pertanian petani disini, sekali lagi saya berterimakasih” ungkap Abdul Wahab.

Salah seorang petani di lokasi yang sama, Jufri, mengungkapkan hal senada, ia mengaku senang dan bersyukur akan bantuan pompa dari pemerintah. Ia optimis bantuan pompa ini akan berpotensi dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani diwilayahnya.

“Kami sangat berterima kasih, dengan pompa ini kami bisa menanam 2 kali dalam satu tahun, Alhamdulillah sudah ada bantuan dari Pemerintah, saya harapkan dapat meningkatkan pendapatan petani, dan dapat meningkat kesejahteraan petani disini” terangnya.

Sebagai informasi, sebaran pompa air di Provinsi Sulawesi Selatan dari tahun 2019-2024 mencapai 5.230 unit. Untuk Kabupaten Bantaeng, dialokasikan 81 unit pompa pada tahun 2024. Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Ali Jamil, menuturkan bantuan ini akan sepenuhnya ditujukan untuk mendukung aktivitas produksi petani di lapangan.

“Kita punya lahan sawah tadah hujan itu kurang lebih 3 juta hektar secara nasional, dari sekitar 6000 hektar luas baku sawah di Kabupaten Bantaeng, ada sekitar 1500 hektar sawah tadah hujan disini, nah di desa ini ada 500 hektar, itu yang kita Gerakan melalui Pompanisasi” ungkap Ali Jamil.

Lebih lanjut dirinya mengatakan pompa air ini diarahkan agar dapat membantu petani mengatasi masalah kekurangan air yang sering dihadapi petani, terutama pada musim kemarau. Menurutnya, pompanisasi akan mendorong peningkatan kinerja produksi padi di Sulawesi Selatan, karena petani berkomitmen untuk menambah Indeks  Pertanaman menjadi dua atau tiga kali dalam setahun.

“Tadi Presiden langsung tanya ke petani, selama ini IPnya hanya satu, karena apa ? karena kekurangan air, nah hari ini bapak Presiden membantu pompa, harapannya bisa IP dua minimal dan bahkan petani janji tadi kepada bapak Presiden bisa IP tiga” beber Ali Jamil.

Recent Posts

Menteri UMKM: LAKSMI Tingkatkan Graduasi Ekonomi Pengusaha Mikro Inklusif

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…

11 jam yang lalu

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

23 jam yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

23 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

1 hari yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

1 hari yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

1 hari yang lalu