Senin, 22 April, 2024

Waspada Penipuan! Beredar Info Rekrutmen Bodong Telkom, Kenali Cirinya

MONITOR, Jakarta – Belakangan beredar informasi lowongan kerja palsu mengatasnamakan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui akun media sosial. Untuk itu, Telkom mengimbau masyarakat agar senantiasa waspada dengan segala bentuk modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan, salah satunya terkait rekrutmen karyawan.

SGM HC Strategic Partner Telkom Indonesia, Sendy Aditya Kamesvara, memastikan bahwa informasi tersebut adalah tidak benar. Telkom menyayangkan tindakan tidak bertanggung jawab yang bisa merugikan banyak pihak dengan mengatasnamakan rekrutmen Telkom Indonesia.

“Saat ini, Telkom Indonesia dan anak perusahaannya yang tergabung dalam TelkomGroup sedang membuka lowongan kerja secara resmi pada Rekrutmen Bersama BUMN (RBB) 2024, bekerja sama dengan Kementerian BUMN dan FHCI. Informasi dan pendaftaran RBB dibuka melalui https://rekrutmenbersama2024.fhcibumn.id/, selain dari laman tersebut harap untuk diwaspadai,” ujar Sendy.

Karenanya, Sendy mengajak masyarakat untuk lebih kritis, teliti, dan bijak dalam memilah informasi terkait undangan melakukan seleksi ataupun pengumuman rekrutmen, termasuk jika ada pihak-pihak yang menjanjikan dapat membantu kelulusan rekrutmen. Masyarakat juga diminta waspada juga dengan info lowongan yang meminta sejumlah uang atau memungut biaya-biaya persyaratan lainnya.

- Advertisement -

“Telkom Indonesia tidak memungut biaya apapun dalam proses rekrutmen karena Telkom Indonesia telah menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016,” ungkap Sendy.

Lebih lanjut, Sendy menginformasikan bahwa seluruh informasi rekrutmen Telkom dibagikan melalui website resmi Telkom yaitu https://careers.telkom.co.id/ dan akun media sosial resmi @livingintelkom maupun akun resmi anak perusahaan Telkom lainnya.

Apabila menemukan informasi rekrutmen yang tidak bersumber dari situs tersebut, masyarakat dapat mengabaikannya dan diharapkan untuk tidak meneruskan atau menyebarkan pesan yang memuat informasi palsu tersebut. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi akun media sosial @livingintelkom.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER