HEADLINE

RDP Komisi VII dengan PT PHE Hasilkan Enam Butir Kesimpulan

MONITOR, Jakarta – Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan Dirut PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan para Dirut Sub Holding PHE yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno  menghasilkan enam butir kesimpulan.

Pertama, Komisi VII mengapresiasi Dirut PHE atas kinerja PT PHE tahun 2023, antara lain berkontribusi sebesar 68% dari produksi minyak, dan 33% produksi gas nasional, menemukan potensi migas yang besar (big fish), mengakuisisi Partisipatif Interest Blok Masela serta mengimplementasikan Enhanched Oil Recovery (EOR) dan Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS).

“Komisi VII DPR RI mendesak PHE untuk bekerja maksimal meningkatkan lifting migas dalam rangka mendukung target produksi minyak bumi nasional sebesar 1 juta barel per hari (BPOD) dan 12 miliar standar kubik per hari (BSCFD)  pada tahun 2030,” ujar Eddy membacakan poin kesimpulan kedua, yang disepakati oleh seluruh peserta rapat yang hadir di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (27/3/2024).  

Komisi VII DPR RI mendorong PT Pertamina hulu energi untuk meningkatkan komunikasi dengan komisi VII DPR RI, yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh PT PHE dalam mencapai target lifting Migas. Diantaranya melakukan percepatan persetujuan perizinan lingkungan dan kemudahan pembebasan lahan dalam rangka meningkatkan lifting Migas.

Selain itu, Komisi VII DPR RI juga mendesak PHE untuk mendukung bahwa proyek abadi Masela, agar dapat mulai berproduksi sesuai target pada tahun 2029. Dalam kesempatan itu, Komisi VII DPR RI memberi catatan khusus serta mendesak Dirut PHE agar dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi migas nasional sejalan dengan peningkatan aset PT PHE.

“Komisi VII DPR RI meminta Dirut PT PHE dan seluruh Direktur regional PT PHE untuk menyampaikan jawaban tertulis atas semua pertanyaan anggota Komisi VII DPR RI dan disampaikan paling lambat tanggal 3 April 2024,” tutup Politisi Fraksi PAN ini membacakan poin terakhir kesimpulan RDP tersebut.

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

41 menit yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

59 menit yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

1 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

14 jam yang lalu

Blue Economy; Basis Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…

16 jam yang lalu

Wacana Ambang Batas 5 Persen, Partai Gelora Minta Kader Fokus Syarat Verifikasi Parpol

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…

18 jam yang lalu