PEMERINTAHAN

Perkuat Pendampingan, Inspektorat Jenderal Kemenag Gelar Singkronisasi Program Pengawasan dengan Ditjen Pendis

MONITOR, Jakarta – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengelola anggaran hampir 90% pada Kementerian Agama untuk fungsi pendidikan Islam. Karenanya harus mendapatkan pendampingan, pembinaan dan pengawasan yang memadahi dari Inspektorat Jenderal.

Hal itu disampaikan oleh Inspektur Wilayah II Ruchman Basori pada Koordinasi dan Sinkronisasi Program Pengawasan 2024 pada Senin (26/2) di Jakarta.

Anggaran Kementerian Agama fungsi pendidikan Islam berjumlah Rp. 34,924,947,761, dialokasikan ke daerah Rp. 20,754,586,327 dan dikelola oleh Ditjen Pendidikan Islam berjumlah Rp. 14,170,361,434. Anggaran tersebut di alokasikan kepada Direktorat Pendidikan Agama Islam Rp. 159,331,030; Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Rp. 947,570,297; Direktorat KSKK Madrasah Rp. 11,243,571,614; Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Rp. 542,008,351; Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Rp. 1,052,202,225 dan Sekretariat Rp. 225,677,917

“Koordinasi dan sinkronisasi sangat penting untuk mendapatkan masukan-masukan dalam pelaksanaan pengawasan di lingkungan Ditjen Pendidikan Islam”, terang Ruchman.

Alumni UIN Walisongo Semarang ini juga mengatakan bahwa sinkronisasi menjadi sarana untuk membantu mengoptimalkan penggunaan sumber daya, menghindari duplikasi layanan dan konflik kepentingan, serta memastikan pelaksanaan kebijakan pengawasan berjalan konsisten dan efektif.

Ruchman berharap agar para Direktur dan para Kasubdit/Kabag/Ketua Tim mengawal program kegiatan Pendidikan Islam dengan baik sehingga madrasah, PTKI, Pdpontren dan PAI pada Sekolah semakin bermutu dan berdaya saing.

Koordinasi sinkronisasi ini lanjut kandidat doctor Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini sebagai wahana belanja masalah antara kedua belah pihak, Inspektorat Jenderal dengan Ditjen Pendidikan Islam.

Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Muhammad Sidik Sisdiyanto menguraikan program-program pengembangan madrasah antara lain laboratorium madrasah, pelbagai even kompetisi, distribusi guru hingga BOS dan Program Indonesia Pintar.

“Terimakasih atas pendampingan dan pembinaan dari Inspektorat Jenderal, semoga dapat mengantarkan madrasah semakin baik, berkualitas dan menjadi dambaan Masyarakat”, kata Sdik.

Sementara itu Sesditjen Pendidikan Islam Prof. Dr. Rohmat Mulyana, M.Pd memaparkan soal komitmen Ditjen Pendidikan Islam untuk menyelenggarakan program dengan akuntabel. Moderasi beragama, bantuan pada Lembaga Pendidikan, pengembangan SDM, dan juga pakta integritas ASN.

Hadir lengkap semua Kepala Sub Direktorat (Subdit), Kabag/Ketua Tim pada Sesditjen dan para Kasubbag TU pada masing-masing Direktorat. Dijadwalkan hadir pada sessi selanjutnya Direktur Pdpontren Prof. Dr. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag dan Direktur Diktis Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.A.(RB).

Recent Posts

Dari Teh hingga Agrowisata, Dana Bergulir LPDB Perkuat Bisnis Puskopkar PTPN VIII

MONITOR, Jakarta - Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) PTPN VIII terus memperluas lini bisnis untuk memperkuat…

1 hari yang lalu

Kementerian UMKM Fasilitasi UMKM Aceh Bangkit Pascabencana

MONITOR, Aceh – Ratusan pengusaha UMKM terdampak bencana di Aceh mengikuti workshop pendampingan peningkatan kapasitas…

1 hari yang lalu

Kementerian UMKM Dorong Waralaba Jadi Instrumen UMKM Naik Kelas

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pengembangan waralaba sebagai salah…

2 hari yang lalu

Soroti Dugaan Korupsi Batu Bara Kukar, LSAK: Uang Disita, Kok Pemiliknya Tidak Ditetapkan Tersangka?

MONITOR, Jakarta - Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperjelas status…

2 hari yang lalu

MTQ Nasional XXXI, Menag: Jadikan Al-Qur’an sebagai Living Quran

MONITOR, Jakarta - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa…

2 hari yang lalu

Kemenhaj Umumkan Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2, Seleksi Petugas Berlanjut

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah resmi mengumumkan peserta yang berhak mengikuti Computer Assisted…

2 hari yang lalu