HEADLINE

Wacana Pemberhentian Dana Abadi LPDP Diharapkan Tidak Mengganggu Program Beasiswa

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin dengan tegas meminta kepada pemerintah, agar wacana pemberhentian dana abadi pendidikan LPDP tidak mengganggu kesinambungan program beasiswa yang tengah berjalan. Menurutnya, hal ini harus sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan lulusan di tingkat S2 dan S3 yang dapat bersaing dengan negara lain.

“Memang pemerintah melalui Kemenko PMK memastikan program beasiswa ini tetap diteruskan. Karena memang dibutuhkan untuk mencetak SDM yang berkualitas dan berdaya saing,” kata Puteri dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (19/1/2024).

Untuk itu, Puteri mengungkapkan, pihaknya selalu mengingatkan LPDP untuk segera menyelesaikan roadmapsebagai acuan untuk menentukan arah pengembangan beasiswa ke depan. “Termasuk untuk mengelola dan memetakan alumni penerima beasiswanya secara terarah dan menjamin kontribusi dari para alumni terhadap pembangunan Indonesia,” sambungnya.

Di sisi lain, Politisi Fraksi Partai Golkar ini juga menyoroti berbagai dampak yang mungkin terjadi apabila pemerintah resmi menyetop dana abadi pendidikan LPDP. Salah satu dampak pemberhentian dana abadi LPDP menurutnya, ialah pada peningkatan anggaran untuk riset. Diketahui, saat ini anggaran riset kita masih sangat kecil yang hanya kisaran 0,24 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

”Hal ini menempatkan Indonesia berada pada urutan ke-34 dari 100 negara. Padahal, semestinya kebutuhan anggaran penelitian mencapai 1 persen PDB. Sehingga, peningkatan anggaran riset memanglah dibutuhkan,” tambahnya.

Menurutnya, perihal anggaran riset ini, Indonesia tidak semestinya hanya mengandalkan pendanaan yang bersumber dari APBN maupun APBD saja. Melainkan perlu juga meningkatkan partisipasi pendanaan dari sektor swasta dan pelaku industri.

“Sinergi dan kolaborasi inilah yang saya kira diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pendanaan riset. Sehingga, hasil riset tersebut kemudian juga bisa langsung diimplementasikan oleh dunia industri. Dengan demikian, kita bisa menciptakan iklim riset yang semakin terarah dan implementatif,” pungkas Legislator Jawa Barat VII ini.

Recent Posts

Menteri UMKM: LAKSMI Tingkatkan Graduasi Ekonomi Pengusaha Mikro Inklusif

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…

3 jam yang lalu

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

14 jam yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

14 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

1 hari yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

1 hari yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

1 hari yang lalu