Minggu, 3 Maret, 2024

Wisuda ISTA Al-Kamal, Rektor ingatkan Pentingnya Integritas dan Etika

MONITOR, Jakarta – Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal (ISTA) Jakarta menggelar wisuda di kawasan Summarecon Serpong (The Spring Club), pada Kamis (19/10/2023).

Pelaksanaan wisuda sarjana tersebut dihadiri Dirjen Diktiristek, Kepala LLDIKTI Wilayah III, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pondok Pesantren Al-Kamal Jakarta KGPH Soeryo Soedibyo Mangkoehadiningrat, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Kamal Jakarta Kintawar Miko dan mengundang advokat senior Prof T. Gayus Lumbuun. Hadir juga Ketua Lembaga Kajian Nawacita Ir. Samsul Hadi, Hadir juga Mantan Menteri Kehakiman yang merupakan penasehat yayasan Oetoyo Usman.

Wisuda tersebut dibuka oleh sambutan dari Rektor ISTA Al-Kamal Jakarta, Dr. Ngasiman Djoyonegoro, yang menyampaikan kepada wisudawan tentang betapa harus seorang Sarjana itu memiliki integritas dan etika.

“Saudara sekalian (wisudawan) harus menyadari pentingnya integritas dan etika dalam setiap langkah yang akan diambil, (terlebih) di tengah persaingan yang ketat, integritas akan selalu menjadi nilai yang tak ternilai harganya.” Kata Rektor ISTA, Ngasiman Djoyonegoro.

- Advertisement -

Rektor juga tidak lupa menyampaikan bahwa wujud praktis seorang Sarjana adalah dengan mengamalkan salah satu tri dharma perguruan tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat.

“Kalian sebagai Sarjana, senantiasa harus mampu menjadi agen perubahan yang bertanggung jawab dan berkontribusi positif terhadap masyarakat dan lingkungan di sekitar,” Ujar Rektor ISTA yang juga Analis bidang Intelijen, Pertahanan, dan Keamanan.

Pada kesempatan tersebut, Rektor ISTA Al-Kamal, Dr. Ngasiman Djoyonegoro yang akrab disapa Simon itu mengingatkan kepada para wisudawan bahwa sebagai insan akademik, diharapkan pula mampu menjemput bola emas dalam kemajuan teknologi yang pesat.

“Hari ini, kalian (wisudawan) akan memasuki Era 5.0 sebagai babak baru dalam evolusi teknologi, yang membuka pintu bagi generasi muda untuk membentuk masa depan yang lebih baik,” Ucap Simon.

“Namun tetap harus siap mengatasi tantangannya, agar manfaat dari kemajuan teknologi dapat dirasakan oleh banyak orang,” Lanjutnya.

Dalam sambutannya, Simon juga menekankan betapa pentingnya pendidikan. “Saudara wisudawan/i sekalian, teruslah belajar sepanjang hayat, sebab pengetahuan dan keterampilan adalah kunci untuk menghadapi perubahan teknologi dan ekonomi yang sangat cepat”,

“Dan dengan pendidikan yang kuat, generasi muda dapat menjadi pemimpin di berbagai sektor, menciptakan inovasi, dan mengatasi ketidaksetaraan digital,” Tambah Simon.

Selanjutnya, Rektor ISTA Al-Kamal menyampaikan apresiasi dan doa terbaiknya atas nama Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal untuk setiap langkah yang akan diambil dalam perjalanan Alumni ISTA Al-Kamal dalam mengantisipasi ulang tahun Republik Indonesia yang ke-100 pada tahun 2045, peran sumber daya manusia yang unggul dianggap sangat krusial.

Institut Sains dan Teknologi Al-Kamal, baik sebagai lembaga maupun melalui lulusannya, mempunyai tanggung jawab untuk memimpin Indonesia menuju negara industri maju di tahun 2045.

“Menuju usia 100 tahun negara ini, kekuatan SDM yang unggul merupakan fondasi terpenting guna menjawab tantangan Indonesia Maju 2045,” Lanjut Simon.

Di akhir sambutan, Rektor ISTA menaruh harapan besar kepada wisudawan yang kelak menjadi alumni.

“Kami berharap, saudara sekalian jangan pernah berhenti untuk belajar, memelihara budaya dan nilai-nilai lokal, serta mampu mempimpin dengan prinsip keberlanjutan. Selamat, dan bersiaplah, karena anda adalah masa depan bangsa. ISTA terus maju, untuk menyongsong Indonesia Maju.” Pungkas Simon.

Pada perayaan wisuda ISTA Al-Kamal yang ke-31 ini juga dihadiri oleh advokat senior Prof. Gayus Lumbuun, untuk menyampaikan orasi ilmiah.

Dalam orasi Ilmiahnya yang berjudul ”Perhatian dan Harapan untuk Generasi Milenial, Success is a journey not destination”, Gayus Lumbuun menyampaikan pentingnya bagi para wisudawan untuk dapat mengintegrasikan dunia keilmuan ke dalam kehidupan pribadi dan kepada masyarakat.

“Ilmu yang baik adalah ilmu yang terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat, kalianlah yang mempunyai tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” Ucap Gayus Lumbuun.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER