Selasa, 21 Mei, 2024

Kemenperin Aktif di Forum Bisnis Untuk Perkuat Kerja Sama Indonesia-Prancis

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong kerja sama di bidang industri dengan negara Prancis, salah satunya melalui partisipasi pada kegiatan Fête de l’Archipel di Prancis belum lama ini. Kegiatan tersebut merupakan promosi terpadu Indonesia di bidang perdagangan, investasi, ekonomi kreatif yang diadakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris. Salah satu kegiatan utamanya adalah Forum Bisnis, yang menyoroti perkembangan ekonomi Indonesia sebagai fokus utama.

Dalam forum bisnis tersebut, pihak Indonesia memberikan pandangan strategis yang mencakup sejumlah isu penting. Salah satu poin yang diungkapkan adalah peran penting industri manufaktur sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Hal ini dibuktikan dengan kinerja industri manufaktur di Indonesia pada Q2 2023 mampu memberikan kontribusi sebesar 16,30% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, sektor industri juga berhasil memberikan kontribusi pada penerimaan pajak (27,4%), investasi (37,8%), dan ekspor nasional (71,09%).

Bank Dunia mencatat perkembangan positif dalam pendapatan nasional, dengan Gross National Income (GNI) per kapita Indonesia naik sebesar 9,83% menjadi USD4.580 pada tahun 2022. Proyeksi lebih lanjut menunjukkan peningkatan GNI per kapita menjadi USD5.550 pada tahun 2025 dan target PNB per kapita mencapai USD30.300 pada tahun 2045.

“Pemerintah memiliki Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) sebagai panduan utama, mencakup 10 industri prioritas yang terbagi menjadi industri hulu, pendukung, dan industri hilir, dengan fokus pada sektor-sektor seperti industri hulu berbasis agro, mineral dasar logam dan nonlogam, serta minyak dan gas,” tambah Agus.

- Advertisement -

Sebaran kawasan industri di Indonesia disesuaikan dengan potensi sumber daya alam, termasuk Sumatera yang berkaitan dengan hilirisasi sumber daya, Kalimantan yang berorientasi hijau dan energi terbarukan, serta Sulawesi, Maluku, dan Papua yang memanfaatkan sumber daya seperti nikel dan gas. Potensi yang dimiliki Indonesia tersebut merupakan modal besar bagi pengembangan industri dalam negeri untuk mendukung konten lokal.

Pemerintah Indonesia juga berfokus pada pengembangan Smart Eco-Industrial Park untuk meningkatkan kinerja lingkungan, ekonomi, dan sosial dalam industri. Hingga Juli 2023, telah ada 136 Kawasan Industri yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk meningkatkan daya saing industri, pemerintah juga memberikan insentif fiskal seperti Tax Holiday, Tax Allowance, serta insentif nonfiskal seperti pelatihan dan sertifikasi.

Direktur Jenderal Kerja Sama, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Eko S.A Cahyanto yang hadir dalam Forum Bisnis tersebut juga melakukan one-on-one meeting dengan beberapa perusahaan Prancis, antara lain ARCHETYPE Group, THALES, KSAPA, HDF Energy, Energy Pool, Flying Whales, dan Michelin. Dalam pertemuan-pertemuan tersebut dilakukan penjajakan kerja sama antara dua belah pihak.

Selain itu, dilakukan pula one-on-one meeting antara perusahaan Indonesia dan Prancis, yaitu PT Yogya Presisi Teknikatama Industri (PT YPTI) dan Airbus, serta PT Free The Sea dengan KSAPA dan Thales. Perusahaan-perusahaan tersebut melakukan proses penjajakan kerja sama dan akan melakukan pertemuan lanjutan sebagai tindak lanjut.

“Dengan berbagai langkah strategis ini, Indonesia bertekad memajukan sektor industri dan ekonomi untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan berdaya saing di pasar global,” ujar Dirjen KPAII.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER