Jumat, 12 Juli, 2024

Kementan Pastikan Mutu Pangan Terjaga dan Dorong Hilirisasi Produk Pangan

MONITOR, Jakarta – Di tengah terus meningkatnya kesadaran dan kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan yang aman, sehat dan berkualitas, Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan komitmennya memastikan mutu pangan terjaga. Hal tersebut tersampaikan pada Bimtek Propaktani Episode 1004 yang berjudul “Jaminan Mutu Pangan” (Kamis/07-09/2023).

Dekan Sekolah Vokasi IPB University Aceng Hidayat dalam opening speech-nya menyampaikan pentingnya menjaga kualitas produk pertanian yang kita konsumsi. “Sekarang pangan kita diproduksi masih menggunakan bahan-bahan kimia. Ketergantungan petani pada penggunaan pupuk dan pestisida kimia juga masih tinggi. Kondisi tersebut selain merusak lingkungan juga menghasilkan produk pangan yang tidak berkualitas yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat dan juga pada akhirnya kualitas SDM yang dihasilkan. Perlu dipastikan kita dapat menghasilkan produk pangan yang berkualitas dengan mendorong pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan”, ujar Aceng.

Made Gayatri Anggarkasih sebagai salah satu narasumber yang juga Dosen Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan Sekolah Vokasi IPB University menyampaikan pentingnya proses pascapanen dalam menjaga mutu pangan. “Penanganan pasca panen yang tepat dapat mencegah persentase kerusakan pasca panen, mempertahankan/meningkatkan mutu bahan, mencegah peningkatan limbah pangan, dan meningkatkan nilai jual hasil panen”, sebut Made.

Dwi Yuni Hastati yang juga Dosen Program Studi Supervisor Jaminan Mutu Pangan Sekolah Vokasi IPB University menjelaskan pentingnya menjaga kualitas produk mulai dari saat pemanenan hingga paska panen. “Penanganan produk pangan sudah harus dilakukan secara tepat mulai dari pemanenan hingga paska panen. Teknologi paska panen memiliki peran penting dalam menjaga mutu pangan diantaranya adalah peningkatan mutu baik dari segi rasa dan nilai gizi, menciptakan produk baru, memastikan keamanan pangan dan mengurangi susut”, jelas Dwi Yuni.

- Advertisement -

“Keberhasilan paska panen tergantung pada lima faktor yaitu mutu awal produk saat panen, tingkat kematangan produk, penanganan yang hati-hati agar terhindar dari kerusakan mekanis, lingkungan penyimpanan yang optimum, dan sanitasi yang baik untuk mencegah kontaminasi penyakit dan patogen”, tambah Dwi Yuni.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi pada acara Bimtek Propaktani tersebut menegaskan pentingnya jaminan mutu pangan serta perlunya dilakukan hilirisasi industri pangan. “Sebagai dasar regulasi terkait mutu pangan, salah satunya adalah Peraturan Pemerintah No 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan. Kriteria pangan yang jaminan mutunya harus kita jaga adalah aman dikonsumsi, memenuhi kandungan gizi, dan memenuhi standar pangan dalam perdagangan. Sehingga untuk memastikan kriteria pangan tersebut terjaga harus dilakukan berbagai uji lab agar memenuh standar teknis yang telah ditentukan pada sistem jaminan mutu pangan yang diatur dalam SNI”, jelas Suwandi.

“Selain itu, sesuai arahan Menteri Pertanian, perlu didorong terutama bagi pelaku usaha untuk melakukan hilirisasi industri pangan karena itulah yang menambah nilai tambah pangan terlebih jika dilaksanakan hingga tingkat desa. Dari tanaman padi saja saat ini ada 44 jenis produk turunan dan jagung sekitar 34 produk turunan. Masih banyak yang bisa kita produksi termasuk produk dari tanaman pangan yang lain. Kami juga mendorong kita semua untuk mengkonsumsi produk pangan lokal. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mencintai produknya sendiri”, tegas Suwandi.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER