MEGAPOLITAN

Hanya Berjualan Bawang Goreng di Tik Tok, Warga Depok Ini Peroleh Cuan Jutaan Per Hari

MONITOR, Depok – Di era digital seperti saat ini, berbisnis semakin dimudahkan dengan hadirnya berbagai sarana untuk berpromosi. Salah satunya adalah media sosial (medsos) seperti TikTok.

Hal tersebut yang dimanfaatkan oleh warga milenial asal Leuwinanggung, Kecamatan Tapos, bernama Ahmad Maftukhin.

Maftukhin, sapaannya, sukses berjualan Bawang Goreng Kilo di TikTok, hingga meraup omzet mencapai Rp1,2 juta per hari.

Warga RT 01, RW 02, Kelurahan Leuwinanggung, Kecamatan Tapos ini menceritakan, awal merintis usahanya sejak tahun 2020, ia memilih berjualan bawang goreng karena terinspirasi konten youtube yang menyatakan usaha tersebut, menghasilkan omzet yang luar biasa.

“Saya melihat peluangnya besar, karena orang-orang suka makan bawang goreng,” kata Maftukhin, Selasa (15/08/2023).

Maftukhin bersyukur sudah tiga tahun ia meniti bisnis bawang goreng dan tetap bertahan diusahanya tersebut. Pelanggannya juga merasa cocok dengan produk yang dirinya buat.

Dalam sehari, ia mampu memproduksi 30-40 kilogram bawang goreng yang dibeli di Pasar Induk Kramat Jati. Maftukhin juga sudah memiliki 62 reseller dan beberapa pelanggan tetap.

“Awal merintis tentu tidak mudah, di awal hanya dapat Rp30 ribu hingga Rp60 ribu per hari. Namun saat ini per produksi bisa dapat Rp1 juta lebih,” ungkap Maftukhin.

Dia mennyebutkan, bawang goreng milikinya memiliki keunggulan dibanding produk lainnya. Mulai dari cara masak hingga kualitas produknya berbeda.

“Yang lain biasanya pakai campuran, kalau kita bawang goreng murni, hanya ditambah garam, sehingga rasa dan wanginya pas,” beber Maftukhin.

Dia mengaku, respons pembeli bawang gorengnya di TikTok luar biasa, selain juga para pembeli offline dan reseller. Pada aplikasi tersebut, Maftukhin juga berjualan alat pembuat bawang goreng yang ia dapat dari distributor di luar kota.

Lewat TikTok, ia juga membagikan kisahnya untuk menjadi inspirasi pelaku UMKM lain, bahwa usaha bawang goreng memiliki peluang omzet yang bagus.

Selanjutnya, Maftukhin akan memperbesar jaringan pasarnya. Dengan menyasar pasar luar kota.

“Untuk pasar lokal kita sudah stabil, tinggal nambah ke interlokal atau luar kota,” katanya.

Sementara itu, Camat Tapos, Abdul Mutolib setelah berkunjung ke rumah produksi Bawang Goreng Kilo mengatakan, akan mendukung penuh pelaku usaha di wilayahnya. Salah satunya, dengan memasukan produk tersebut ke Gerai UMKM yang berada di halaman Kantor Kecamatan Tapos.

Abu, sapaannya, juga mendorong Maftukhin untuk masuk program Wirausaha Baru dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Dengan begitu, Maftukhin dapat belajar memperbesar skala usahanya.

“Kami juga akan membantu produk Bawang Goreng Kilo mendapatkan sertifikat halal dan izin produk,” tutup Abu.

Recent Posts

Kemenag Seleksi Calon Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031, Perkuat Mutu Pendidikan Pesantren

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Pesantren melanjutkan proses seleksi Bakal Calon Anggota…

5 jam yang lalu

Kementan Tegaskan Pelaku Perunggasan Komitmen Lakukan Perbaikan Harga Ayam Broiler

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya menjaga keseimbangan sektor perunggasan nasional di…

13 jam yang lalu

HKTI Lumajang Kawal Ketat LP2B, Tegaskan Tak Boleh Ada Alih Fungsi Lahan Produktif

MONITOR, Lumajang – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya mengawal implementasi kebijakan…

14 jam yang lalu

3 Negara Diguncang Gempa Hebat, Puan Sampaikan Simpati dan Tekankan Perlindungan WNI

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa simpati atas musibah bencana gempa…

21 jam yang lalu

Menhaj Buka IEE 2026, Tegaskan Transformasi Haji dan Umrah Harus Berpihak kepada Jemaah

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menegaskan transformasi penyelenggaraan haji dan umrah…

1 hari yang lalu

Waka Komisi VII DPR: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Dapat Buka Lapangan Kerja

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyoroti polemik antara Kementerian…

1 hari yang lalu