PENDIDIKAN

Menilik Peran Guru Besar di Indonesia yang Tak Terbatas Usia

MONITOR, Jakarta – Indonesia membutuhkan banyak sumbangan pemikiran, termasuk dari akademisi seperti Guru Besar. Dan usia seharusnya tidak menjadi penghalang.

Usia tua, sebuah tahap kehidupan yang sering kali dianggap sebagai masa tenang dan pensiun, sebenarnya tetap memiliki peran penting yang dapat memberikan kontribusi yang berharga terhadap kemajuan ilmu, bangsa, dan negara.

Dalam dinamika masyarakat yang terus berkembang, peran panjangnya pengalaman menjadi semakin penting dan relevan dalam berbagai aspek kehidupan saat ini.

“Salah satu bentuk peran tersebut termanifestasi dalam keberadaan guru besar, individu yang mewakili capaian penting dalam bidangnya dan memiliki potensi untuk memberikan dampak yang besar terhadap masa depan,” kata Ketua Umum PERGUBI (Persatuan Guru Besar Indonesia) Prof. Dr. Ir. Gimbal Doloksaribu, MM.

Guru besar, lanjutnya, merupakan puncak dari prestasi akademik, tidak hanya sekadar mencapai pengakuan atas kontribusi ilmiah, tetapi juga menjadi penjaga api penyuluh pengetahuan, etika, logika, kreativitas, dan ketaqwaan.

Keahlian dan pengalaman guru besar yang telah mengalami beragam dinamika ilmiah, turut berperan dalam membentuk landasan pengetahuan yang kokoh dan mendalam pembinaan karakter generasi muda.

“Dengan demikian, usia bukanlah batasan, melainkan medan subur untuk menggali lebih dalam, meneliti lebih lanjut, dan merumuskan teori-teori baru yang dapat membuka jalan menuju penemuan berharga,” tambah Ketua Bidang Sains dan Teknologi PERGUBI, Prof. Dr. Hoga Saragih, ST, MT.

Prof. Hoga menjelaskan bila peran guru besar tak terbatas pada kelas dan penelitian semata. Pengajaran yang diadakan oleh guru besar menjadi jembatan penghubung antara generasi tua dan generasi muda.

Pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki guru besar menjadi inspirasi dan pedoman bagi para mahasiswa yang bersemangat untuk menjalani perjalanan ilmiah mereka sendiri. Dengan mengambil manfaat dari keahlian guru besar, generasi muda dapat mempercepat proses pembelajaran dan menghindari kesalahan yang mungkin terjadi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Board of Advisor for Rectorate LSPR Communications & Business Institute, Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn.

Prof. Rudy menjelaskan bila kontribusi guru besar tidak berhenti pada batas universitas. Melalui kerja sama antar universitas, pengetahuan yang dimiliki guru besar dapat disebarluaskan dengan lebih luas dan efektif.

Kolaborasi antar institusi pendidikan tinggi membawa manfaat besar dalam memajukan ilmu pengetahuan. Penelitian bersama, pertukaran ide, dan pengembangan kurikulum yang terkoordinasi dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dan memastikan kesinambungan ilmu pengetahuan.

“Penting untuk diingat bahwa peran guru besar yang penuh pengalaman dalam kemajuan ilmu, bangsa, dan negara bukanlah sesuatu yang dapat diabaikan. Guru besar sebagai perwujudan dari kontribusi ilmiah dan penuh pengalaman, memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan meneruskan tradisi keilmuan,” lugas Prof. Rudy.

Melalui perpaduan pengajaran, penelitian, dan kerja sama lintas institusi, para guru besar mampu membentuk fondasi yang kuat untuk generasi muda, memberikan mereka alat yang diperlukan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Para pensiunan terutama guru besar di Indonesia tetap dapat memberikan kontribusi yang berharga bagi masyarakat diantaranya dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman melalui kegiatan-kegiatan berikut:

  1. Mengajar sebagai dosen tamu di universitas atau institusi pendidikan lainnya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa dan dosen muda.
  2. Menulis buku dan artikel ilmiah bersama dapat membantu menyebarkan pengetahuan dan menginspirasi generasi muda dalam bidang ilmu yang dikuasai.
  3. Mengadakan seminar dan lokakarya dapat menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta memberikan inspirasi bagi peserta yang berminat dalam bidang ilmu yang sama.
  4. Menjadi konsultan atau penasihat dengan memberikan konsultasi atau menjadi penasihat bagi pemerintah, lembaga, atau perusahaan dalam bidang ilmu yang dikuasai.
  5. Menginisiasi proyek riset dan pengembangan di bidang-bidang yang relevan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.
  6. Berkontribusi dalam kegiatan sosial dan budaya seperti memberikan bimbingan akademik untuk siswa berprestasi rendah atau berpartisipasi dalam kegiatan sosial masyarakat.

Para guru besar yang memiliki pengalanan panjang tetap memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan kontribusi berharga terhadap kemajuan ilmu, bangsa, dan negara.

“Keahlian guru besar, pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman, serta kolaborasi antar universitas menjadi pilar-pilar yang membangun fondasi bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan memperkuat eksistensi negara,” tegas Ketua Umum PERGUBI, Prof Gimbal Doloksaribu.

Recent Posts

Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500

MONITOR, Jakarta - Operasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten…

4 jam yang lalu

Lindungi Peternak-Konsumen, Mentan Amran Tegaskan Pengawasan Ketat DOC hingga Daging Sapi

MONITOR, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat sebagai Kepala Badan…

5 jam yang lalu

Klinik UMKM Bangkit Diluncurkan di Sumbar Bantu Percepat Pemulihan Pascabencana

MONITOR, Sumatera Barat - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meresmikan Klinik UMKM Bangkit…

6 jam yang lalu

Kemenag-Australia Awards Indonesia Buka Pendaftaran Beasiswa S2 Double Degree

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA), Sekretariat…

6 jam yang lalu

Rumuskan kebijakan, Prof Rokhmin dorong KKP perkuat hilirisasi dan daya saing produk laut

MONITOR, Jakarta - Indonesia sebagai negara kepulauan dengan potensi sumber daya laut terbesar di dunia…

6 jam yang lalu

Jabar Jadi Jalur Transit TPPO, Rieke Diah Pitaloka Ingatkan Peran Imigrasi

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka menegaskan bahwa tindak pidana…

9 jam yang lalu