Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang/ dok: Antaranews
MONITOR, Jakarta – Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang, telah menjalani pemeriksaan oleh tim penyidik Bareskrim Polri terkait kontroversi pondok pesantren yang dipimpinnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro membenarkan terkait pernyataan dalam video tersebut.
“Terkait beberapa video yang diunggah menjadi bahan pertanyaan kami, yang bersangkutan menjawab semua dan mengakui bahwa apa yang di video itu adalah benar itu statement dan memang benar yang dilakukan oleh yang bersangkutan,” ucap Djuhandhani dalam keterangan persnya, Senin (3/7/2023) malam.
Terkait kelanjutan video tersebut, Djuhandhani menyatakan pihaknya akan terus mendalaminya dalam proses penyidikan kasus dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan Panji Gumilang. Bahkan setelah pemeriksaan Panji, polisi kemudian menaikkan kasusnya ke tahap penyidikan.
“Nanti kita dalami lebih lanjut. Yang jelas kami segera mewujudkan secara formil karena kemarin pemeriksaan saksi ataupun ahli adalah sifatnya penyelidikan,” jelasnya.
Diketahui, Panji Gumilang merupakan sosok pimpinan pondok pesantren Al Zaytun yang kini tengah menjadi sorotan publik. Sejumlah kontroversi yang melekat pada sosok Panji Gumilang dianggap memberikan contoh buruk mengenai ajaran agama Islam.
MONITOR, Makkah - Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari ke-56. Seiring berjalannya…
MONITOR, Jakarta – Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah hendaknya tidak dimaknai sekadar sebagai pergantian…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif menyusul prediksi…
MONITOR, Jakarta - Menyambut Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memacu percepatan transformasi digital sektor manufaktur nasional sebagai langkah…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai…