UMKM

Dorong Program Inkubator Wirausaha, LPDB-KUMKM Libatkan BPBRIN UNAIR

MONITOR, Surabaya – Dalam rangka mendorong program inkubator wirausaha, Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) bekerja sama dengan Badan Pengembangan Bisnis Rintisan & Inkubasi Universitas Airlangga (BPBRIN UNAIR).

BPBRIN UNAIR tergabung dalam program inkubator wirausaha LPDB-KUMKM 2023 bersama dengan sembilan lembaga inkubator lainnya, yakni Yayasan Inovasi dan Teknologi Indonesia (INOTEK), Cubic Inkubator Bisnis, Siger Innovation Hub, Inkubator dan Layanan Bisnis Inovatif ITS.

Kemudian, Alif Learning Center (ALEC), Inkubasi Bisnis & Inovasi Bersama Universitas Islam Indonesia (IBISMA UII), Smesco Labo Inkubator (LLP-KUKM), Inkubator Bisnis Universitas Hindu Indonesia, Business Learning Center (BLC).

Kesepuluh lembaga inkubator tersebut merupakan hasil kurasi dan seleksi yang dilakukan oleh LPDB-KUMKM untuk menjalankan program inkubasi di tahun 2023.

Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mengatakan, di tahun 2023 ini LPDB-KUMKM terus menjalankan program inkubator wirausaha bersama dengan sepuluh lembaga inkubator terpilih.

“Mulai tahun 2023 ini kita bisa berkolaborasi dan ini sangat baik, dan memang kami LPDB-KUMKM juga diamanahkan untuk menjalankan program inkubasi, mudah-mudahan inkubasi yang dijalankan oleh BPBRIN UNAIR, tenant-tenant yang tergabung dapat bergabung dalam koperasi, dan LPDB-KUMKM dapat masuk ke pembiayaan,” kata Supomo saat memberikan arahan Monotoring dan Evaluasi Program Inkubasi Tenant dan BPBRIN UNAIR di Surabaya.

Supomo menjelaskan, pada tahun 2023 ini program inkubator wirausaha LPDB-KUMKM akan menyasar 274 tenant inkubasi dengan pelaksanaan inkubasi selama enam bulan, dengan target 33 tenant koperasi akses dana LPDB-KUMKM dan 102 UMKM mendapatkan pendanaan berupa Investasi, Pinjaman dan/atau kerja sama (offtaker/buyer potensial)

Supomo menyampaikan, pengembangan bisnis melalui proses inkubasi dengan lembaga inkubator merupakan upaya yang tepat, selain memberikan pendampingan langsung kepada pelaku usaha, inkubasi juga memberikan materi pembelajaran secara lengkap mulai dari tata kelola bisnis, tata kelola keuangan, manajemen pemasaran, hingga manajemen sumber daya manusia.

“Dengan inkubasi, para pelaku usaha bisa mendapatkan banyak manfaat dalam mengembangkan usahanya secara terstruktur dengan tata kelola bisnis yang baik dan bersaing,” ungkap Supomo.

Supomo menambahkan, kerja sama LPDB-KUMKM dengan BPBRIN UNAIR diharapkan dapat berjalan dengan baik dan mendukung pengembangan usaha koperasi dan pelaku UMKM, dan juga bisa berdampak pada pembukaan lapangan pekerjaan baru dari sektor koperasi dan UMKM.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Ekonomi Biru Jadi Game Changer Indonesia Menuju 2045

MONITOR, Tanjungpinang - Indonesia dinilai memiliki modal strategis untuk memainkan peran lebih besar dalam ekonomi…

6 jam yang lalu

Tinjau Peserta TIH, Menaker Minta Buktikan Keunggulan Produk

MONITOR, Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta peserta Talent and Innovation Hub (TIH) memastikan…

14 jam yang lalu

Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana

MONITOR, Jakarta - Di tengah bentang Samudra Hindia, Pulau Siberut di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra…

1 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Subkultur Pesantren Menjadi Identitas dalam Sistem Pendidikan Nasional

MONITOR - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. H. Suwendi, M.Ag., menegaskan bahwa…

1 hari yang lalu

Analis: Listyo Sigit di KSP Perkuat Perspektif Keamanan dalam Pengawalan Pembangunan

MONITOR, Jakarta - Perpindahan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari posisi Kapolri ke Kepala Staf…

1 hari yang lalu

Panen Padi Temanggung Tembus 10,2 Ton/Ha, Komisi IV DPR dorong Pemupukan Berimbang

MONITOR, Temanggung - Produktivitas padi di demplot seluas 5 hektare di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto,…

1 hari yang lalu