MONITOR, Surabaya – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggelar malam apresiasi Musabaqah Qiraatul Kutub (MQK) ke-7 Provinsi Jawa Timur 2023. Dalam kegiatan yang digelar di Aula Kanwil Kemenag Jatim ini, Kepala Kanwi Kemenag Jatim Husnul Maram menyerahkan hadiah berupa penghargaan dan uang pembinaan bagi para juara MQK ke-7 Provinsi Jatim 2023.
“Di sela penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, Kanwil Kemenag Jatim tetap memperhatikan para santri, generasi dari pondok pesantren ini yang telah berlomba uji kemampuan kitab kuning. Para santri juara mendapatkan piagam, trofi, dan uang pembinaan,” tutur Kakanwil Kemenag Jatim Husnul Maram usai menyerahkan penghargaan bagi para juara, Senin (12/6/2023).
Sebelumnya, MQK ke-7 Provinsi Jatim 2023 telah digelar di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto pada 5-8 Juni 2023 lalu. Gelaran ini diikuti oleh 1.148 santri dari pondok pesantren se-Jawa Timur. Kegiatan ini melibatkan dewan juri sejumlah 90 kiai, panitera 30 orang.
Kompetisi ini selanjutnya menghasilkan 171 santri juara dari 57 kategori lomba yang dipertandingkan. Untuk para pemenang MQK, Kanwil Kemenag Jatim telah menyiapkan sejumlah uang pembinaan. “Uang pembinaan, diberikan bagi kategori perorangan sebesar Rp2 juta bagi juara pertama, Rp1,25 juta bagi juara kedua, Rp1 juta bagi juara ketiga. Untuk kategori kelompok pada bidang lalaran diberikan Rp3 juta untuk juara pertama, Rp2,5 juta untuk juara kedua, Rp2 juta untuk juara ketiga,” ungkap Husnul.
“Sedangkan pada lomba debat, diberikan Rp2,5 juta bagi juara pertama, Rp2 juta bagi juara kedua dan Rp1,5 juta bagi juara ketiga,”imbuhnya.
Husnul menjelaskan, para juara pertama akan maju ke MQK Nasional pada bulan Juli 2023 yang diadakan di Pesantren Sunan Drajat Kabupaten Lamongan.
Dijelaskan juga, MQK menjadi uji kompentensi peserta dalam membaca, memahami, menerjemahkan dan mengartikulasikan teks-teks yang terdapat dalam kitab kuning. Para santri yang terpilih ini memiliki beragam kemampuan dalam penguasaan kitab kuning, antara lain fikih, tafsir, tarikh.
Husnul Maram mengungkapkan bahwa prestasi yang diraih para santri ini juga diakui dalam seleksi penerimaan mahasiswa dan lembaga kedinasan.
“Santri banyak yang diterima sebagai mahasiswa melalui jalur undangan di berbagai perguruan tinggi, juga diakui dalam penerimaan TNI, POLRI,” ujarnya.
Husnul menjelaskan, lomba MQK dibagi dalam tiga tingkat, yaitu marhalah ula (tingkat dasar), marhalah wustha (tingkat menengah), dan marhalah ulya (tingkat tinggi). Ula diikuti oleh santri berusia maksimal lima belas tahun. Wustha diikuti santri berusia maksimal delapan belas tahun kurang satu hari sedangkan untuk tingkat ulya, berusia maksimal 21 tahun kurang 1 hari.
Untuk marhalah ula (tingkat dasar), ada lima bidang lomba, yakni:
Untuk marhalah wustha (tingkat menengah), ada sembilan bidang lomba, yakni:
Untuk marhalah ulya (tingkat tinggi), ada 11 bidang lomba, yakni:
Selain itu ada cabang lain yang dilombakan, yaitu debat Bahasa Arab, debat Bahasa Inggris dan lalaran.
MONITOR, jakarta - Fajirah Hasana Habeahan lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 di Universitas…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian semakin memacu kinerja industri furnitur dalam negeri guna menaikkan kontribusinya…
MONITOR, Sumatera - PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi…
MONITOR, Jakarta - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengapresiasi perjuangan skuad Garuda Muda yang berlaga…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mendatangi Gereja Katedral, Jakarta, untuk melayat Uskup Emeritus…
MONITOR, Makassar - Panglima Komando Operasi Udara II Marsda TNI Deni Hasoloan S., menyambut kedatangan…