MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud, mengingatkan bahwa sebuah negara akan kuat jika memenuhi tiga hal.
Pertama, apabila wilayahnya terintegrasi, kemudian jika pemimpinnya terintegrasi dengan rakyatnya atau menyatu dengan bangsanya. Ketiga, yakni integrasi nilai.
“Inilah mengapa banyak anak-anak muda hari ini bertanya apakah kita berbangsa bernegara sudah sesuai dengan nilai agama saya?” ucap Marsudi Syuhud mengawali ceramahnya dalam Harlah Satkar Ulama Indonesia ke-53 tahun di Alexandria Islamic International School, Minggu (2/4/2023).
Di usia ke-53 tahun, Marsudi berharap Satkar Ulama harus bisa menjawab pertanyaan anak-anak muda diatas.
“Saya yakin Satkar Ulama bisa menjawabnya. Saya harapkan eksistensi Satkar Ulama yg harlah ke 53, harus mampu menjawab pertanyaan tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan para founding fathers bangsa Indonesia pada jaman dahulu sudah mengarahkan bangsa ini agar sesuai dengan fondasi nilai l-nilai keagamaan, khususnya nilai agama Islam.
“Ini yang terpenting. Jika pertanyaan ini belum terjawab dan belum selesai, akan banyak kelompok kanan kiri yang ingin berupaya mengganti,” tambahnya.
MONITOR, BEKASI – Gedung Juang Tambun bukan sekadar bangunan bersejarah. Di tempat yang menjadi simbol…
MONITOR, Lampung Selatan - Upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan dari…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan dan daya…
MONITOR, Denpasar — Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman, menegaskan pentingnya penguatan ekosistem digital…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah memastikan layanan jemaah haji Indonesia pada fase Mina, khususnya…
MONITOR, Jakarta — Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, menilai bantuan…