BERITA

Akademisi IPB Bantah Beras Indonesia Termahal di ASEAN

MONITOR, Jakarta – Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prima Gandhi menyebutkan fluktuasi harga beras di Indonesia hingga saat ini masih dalam kondisi yang wajar. Bahkan ia membantah jika dikatakan harga beras di Indonesia adalah termahal di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) sebab mengacu data global product price, harga beras Indonesia berada pada rangking ke 87 dunia dengan harga USD 0,77 per kilogram.

“Dari laporan global product price itu, negara dengan harga beras termahal dunia adalah Panama yakni USD 4,76 dan termurah adalah Paraguay, hanya USD 0,63. Kemudian, negara yang rangkingnya berada di atas Indonesia itu ada negara ASEAN, yaitu Malaysia menempati rangking ke 15 dengan harga berasnya USD 2,71, Vietnam rangking ke 80 dengan harga beras USD 1,02 dan Singapura menduduki rangking ke 85 dengan harga berasnya USD 0,96,” demikian dikatakan Prima Gandhi di Bogor, Jumat (23/12/2022).

Mengacu data ini, Wakil Direktur Sekolah Vokasi IPB Kampus Sukabumi ini menegaskan tingkat kevalidan data yang sampaikan Bank Dunia melalui laporan Indonesia Economic Prospect (IEP) edisi Desember 2022 tentu sangat diragukan. Dimana dalam laporan tersebut menyebutkan harga beras di Indonesia dalam satu dekade terakhir menjadi salah satu yang tertinggi di ASEAN.

“Dalam melakukan pendataan harga beras apalagi membandingkan harga antar negara, tidak bisa dilakukan dengan menggunakan kacamata kuda karena banyak faktor yang menjadi penyebabnya. Kondisi penyebabnya pun tidak sama antar negara. Harus jelas juga jenis beras yang ambil itu, jangan sampai ini juga salah,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Gandhi ini menjelaskan ada beberapa kata kunci yang menyebabkan perbedaan harga beras itu cukup besar. Misalnya jenis long grain, harga beras dari merek terkemuka, data harga dari makanan terbesar.

“Artinya, bisa jadi harga beras yang dicatat Bank Dunia dalam pengambilan sample adalah harga beras premium dan atau beras khusus. Apabila benar seperti itu, maka harga beras tidak terstandarisasi,” tuturnya.

Lebih jauh Gandhi menjelaskan perbedaan harga juga bisa terjadi karena Indonesia merupakan negara kepulauan, bukan kontinental. Indonesia itu beragam, ada wilayah sentra dan non sentra serta budidaya padi itu musiman, yakni ada musim panen raya dan ada musim gadu.

“Sehingga, tiap wilayah, tiap lokasi, kondisi tertentu dan tiap musim itu harga bisa berbeda. Namun fluktuasi harga beras Indonesia hingga saat ini masih dalam kondisi wajar,” tandasnya.

Recent Posts

Silaturahmi Idul Fitri bareng Pemkab, GP Ansor Lumajang Perkuat Sinergi Peran Strategis Pemuda

MONITOR, Lumajang - Momentum Idulfitri dimanfaatkan Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Lumajang untuk…

45 menit yang lalu

Kemenag Pastikan Layanan KUA Tetap Jalan di tengah Kebijakan WFA

MONITOR, Jakarta — Tren tiga tahun terakhir, data permohonan pencatatan pernikahan pada bulan Syawal mengalami…

1 jam yang lalu

Kebersihan Toilet Travoy Rest Selama Arus Balik Lebaran 2026 Dipastikan Terjaga

PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Related Business (JMRB), memastikan kebersihan…

3 jam yang lalu

Jasa Marga: Hingga H+2 Arus Balik Volume Lalu Lintas Meningkat 49,15 Persen

MONITOR, Cikampek – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mencatat tingginya mobilitas masyarakat pada periode arus…

7 jam yang lalu

Arus Balik, Jasa Marga Operasikan Jalur Fungsional Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Segmen Sadang-Setu

MONITOR, Sadang - Atas diskresi Kepolisian, untuk mengurai kepadatan lalu lintas arus balik dari arah…

18 jam yang lalu

Indonesia Tantang Dominasi Negara Maju di WTO, Bawa Agenda Keras di KTM ke-14 Kamerun

MONITOR, Jakarta – Indonesia tak lagi sekadar menjadi pengikut dalam percaturan perdagangan global. Dalam Konferensi Tingkat…

19 jam yang lalu