KEAGAMAAN

Wamenag Apresiasi Peran GPI dalam Pembangunan Agama

MONITOR, Jakarta – Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengapresiasi peran Gereja Protestan Indonesia (GPI) dalam pembangunan dan peningkatan kualitas kehidupan keagamaan di Indonesia.

Apresiasi ini disampaikan Wamenag saat mewakili Menag Yaqut Cholil Qoumas memberikan sambutan pada Sidang Sinode X dan Mupel V Wadah Kategorial Gereja Protestan Indonesia di Papua Tahun 2022

Hadir, perwakilan Gubernur Papua dan Papua Barat, Kakanwil Kemenag Papua, Kakanwil Kemenag Papua Barat, Ketua Sinode Papua, Ketua Umum GM P, dan Ketua Umum Majelis Pusat GPI

Hadir juga, Dirjen Bimas Kristen, para Pimpinan Majelis Daerah Gereja Protestan Indonesia, serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

“Saya melihat bahwa Gereja Protestan Indonesia (GPI) telah mengambil peran yang luas dalam berbagai program pembangunan agama sejak dahulu,” terang Wamenag di Papua, Minggu (23/10/2022).

Wamenag mengatakan, peran gereja menjadi sangat strategis posisinya dalam pembangunan bidang agama. Dalam perjalanan sejarah bangsa, gereja telah berperan besar dalam pembangunan di berbagai bidang. Tentu hal ini merupakan bagian kontribusi besar masyarakat kepada bangsa. Dengan berbagai program pelayanannya, gereja menjadi sangat efektif langkahnya dalam mengisi pembangunan nasional.

“Gereja Protestan Indonesia (GPI) yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, kehadirannya sangat berpengaruh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” jelas Wamenag.

“Dengan program pelayanannya yang luas, Gereja Protestan Indonesia (GPI) tentu sangat diharapkan perannya yang lebih besar lagi dalam mewujudkan tata kehidupan bangsa yang lebih baik,” sambungnya.

Kerukunan antarumat beragama senantiasa menjadi perhatian serius pemerintah. Sejak zaman kemerdekaan, berbagai paham dan agama bersatu padu memperjuangkan kemerdekaan tanah air dari tangan para penjajah. Tak ada diskriminasi atas dasar agama dan keyakinan. Bahkan semua perbedaan itu justru semakin memperkuat rasa persaudaraan dalam mewujudkan negeri yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur.

Dalam konteks kerukunan intra dan antarumat beragama, Wamenag berharap GPI perlu melibatkan diri lebih dalam. Hal ini dikarenakan faktor kerukunan adalah syarat utama menjaga keberagaman agar tetap damai dan harmonis.

“Dengan pengalaman serta program pelayanan yang dimilikinya, Gereja Protestan Indonesia (GPI) sangat mumpuni dalam melaksanakan tugas mulia ini,” pesannya.

Recent Posts

Pemudik Diimbau Hindari Puncak Arus Balik Lebaran di Tanggal 24, 28 dan 29 Maret 2026

MONITOR, Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau para pemudik untuk menghindari puncak arus balik…

3 jam yang lalu

Panglima TNI dan Kapolri Cek Langsung Pos Mudik Lebaran 2026 di Medan, Pastikan Pengamanan Maksimal

MONITOR, Medan — Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo…

13 jam yang lalu

Pertamina Patra Niaga Tambah 23 Juta Tabung LPG 3 Kg Pada Momen Libur Panjang Lebaran

MONITOR, Jakarta – Pada momen libur panjang  dan meningkatnya aktivitas masyarakat pada momentum Ramadan dan Idulfitri, Pertamina…

14 jam yang lalu

Hujan Deras Picu Genangan 30 Cm di Tol Jagorawi Arah Jakarta, Sejumlah Lajur Sempat Tak Bisa Dilalui

MONITOR, Jakarta — Curah hujan tinggi menyebabkan genangan air setinggi sekitar 30 cm di Ruas Tol…

20 jam yang lalu

Dominasi Arah Trans Jawa, Pergerakan Kendaraan Mudik Tembus 1,8 Juta

MONITOR, Jakarta — Arus mudik Lebaran 2026 menunjukkan lonjakan signifikan. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat…

1 hari yang lalu

Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi Nasional 2026

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperluas akses Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1…

1 hari yang lalu