Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Taufik Basari/ dok: google
MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Taufik Basari, mengungkapkan bahwa personil Polri yang mengamankan laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10/2020), bisa dijerat pidana.
Politikus yang karib disapa Tobas ini menerangkan, personil Polri yang bertugas tidak memahami dampak penggunaan gas air mata yang semestinya tidak digunakan pada massa yang berkerumun dalam ruang gerak yang terbatas.
“Ketidakpahaman atas efek gas air mata adalah kesalahan. Salah menggunakan gas air mata di tempat yang tidak tepat dan mengakibatkan korban, maka para pelakunya dapat dimintakan tanggungjawab pidana,” ucapnya dalam keterangan persnya.
Taufik mengatakan, gas air mata yang ditembakan di Stadion Kanjuruhan menjadi penyebab kepanikan massal.
“Penonton yang duduk rapat dengan akses ke luar yang terbatas ketika terkena gas air mata akan dapat menimbulkan korban,” sebutnya.
Legislator NasDem dari Dapil Lampung I (Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Barat, Tanggamus, Pesawaran, Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Pringsewu, Pesisir Barat) itu meminta Polri tak berdalih bahwa gas air mata bukan penyebab timbulnya korban jiwa di Stadion Kanjuruhan.
Menurut Taufik, komandan polisi yang memberi perintah hingga personil yang menjalankan perintah bisa dijerat pidana. “Para pelaku lapangan dapat dikenakan pertanggungjawaban pidana setidaknya pasal 359 KUHP,” ujarnya.
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyiapkan peta jalan tata kelola Pekerja Rumah Tangga…
MONITOR, Jakarta - Lonjakan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah kembali menjadi sorotan serius seiring…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…
MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…
MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…